3 Cara Bercocok Tanam Hidroponik Untuk Pemula

Cara bercocok tanam hidroponik – Jika bicara tentang bercocok tanam, tentunya sebagian orang beranggapan bahwasanya menanam pada suatu lahan, ladang, ataupun media tanah lainnya.

Namun tidak semua metode menanam itu memerlukan tanah. Anda pasti belum tahu tentang, metode menanam tanpa mengunakan tanah yakni dengan metode hidroponik.

Tentu sebagian orang baru mendengar tentang Cara bercocok tanam hidroponik bukan. Metode ini merupakan cara menanam tanaman yang saat ini sedang trending. Cara ini menjadi idola bagi para pembudidaya tanaman karena tidak membutuhkan tanah dan lahan yang luas.

Nah pada artikel kali ini kita akan membahas Apa itu hidroponik dan cara bercocok tanam hidroponik.

Apa Itu Hidroponik?

Kata hidroponik sendiri berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja/daya. Cara bercocok tanam hidroponik adalah budidaya menanam dengan menekankan pemenuhan nutirisi pada tanaman, dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah.

Dalam mengatasi masalah keterbatasan lahan dan juga semakin berkurangnya lahan kosong, maka cara ini sangat ampuh jika di praktekkan.

Jenis-Jenis Tanaman Hidroponik

Biasanya tanaman yang sering digunakan sebagai bahan menanam adalah jenis kacang-kacangan.

Namun tidak semua tanaman dapat dibudidayakan dengan metode ini, pada umumnya ada beberapa tanaman yang cocok atau bisa ditanam dengan metode hidroponik.

Berikut ini merupakan jenis tanaman sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi jika dibudidayakan menggunakan cara bercocok tanam hidroponik:

  1. Sawi Hijau, cara menanam sawi
  2. Slada Hijau
  3. Buncis
  4. Pare
  5. Bayam
  6. Cabai
  7. Strawberry
  8. Jamur
  9. Tomat
  10. Timun
  11. Paprika
  12. Melon
  13. Terong

Cara Bercocok Tanam Hidroponik

Nah.. Kali ini kita akan menggunakan 3 metode tanam hidroponik yang terbilang mudah bagi pemula dan tentunya tidak memerlukan mengeluarkan biaya yang banyak.

Cara Bercocok Tanam Hidroponik Sederhana

Bagi para pemula metode ini merupakan metode yang cocok untuk dilakukan. Berikut ini step-step panduan untuk hidroponik sederhana yang harus anda perhatikan:

  1. Menyiapkan Benih

Sebelum mulai menanam langkah pertama yang harus anda lakukan yaitu menyiapkan benih. Untuk mendapatkan benih yang berkualitas bagus anda dapat membuatnya sendiri ataupun membeli di toko pertanian.

Namun untuk pemula alangkah baiknya jika membeli benih saja, baik di toko pertanian ataupun di toko online.

  1. Proses Penyemaian

Setelah memilih benih yang akan kita tanam langkah selanjutnya yakni, menyebar atau menyemai benih yang kita pilih tersebut.

Pada umumnya tempat penyemaian adalah rockwool. Rockwool digunakan karena karena sangat praktis dan memiliki daya serap air yang tinggi serta tinggi. Anda bisa bisa membelinya di toko pertanian maupun toko online.

  1. Penyiapan Media Tanam

Tahap selanjutnya yakni menyiapkan media tanam hidroponik. Anda bisa menggunakan abu dapur atau sekam dan sedikit campuran pasir kerikil, atau campuran rockwool dan pasir kerikil, atau bisa juga memanfaatkan sabut kelapa.

Setelah itu tempatkan media tanam pada tempat yang sudah ditentukan seperti pot, kaleng bekas. Jika benih sudah cukup umur kemudian pindahkan kedalam media tanam tadi.

Berikut kriteria media tempat yang baik:

  • Tidak membuat larutan nutrisi berubah atau terpengaruh
  • Tidak menyumbat serta memperlambat sistem pengairan
  • Memiliki pori pori yang baik

Media rockwool merupakan media paling banyak dan umum digunakan dalam bercocok tanam hidroponik.

  1. Pemberian Nutrisi dan Perawatan

Pemberian nutrisi merupakan bagian terpenting dalam bercocok tanam hidroponik. Sebagaimana kita ketahui bahwasanya hidroponik tidak menggunakan tanah sebagai media, untuk itu tanaman membutuhkan nutrisi dan air yang cukup.

Pemberian dosis nutrisi harus sesuai dengan takaran yang dianjurkan, dan gunakan juga jenis pupuk yang cocok dengan tanaman yang kita tanam.

Pemberian nutrisi bisa dilakukan secara manual ataupun bisa menggunakan sumbu (sumbu kompor, bisa dari kapas, atau kain bekas) seperti halnya teknik wick.

Perawatan tanaman hidroponik tidak jauh berbeda dengan metode penanaman lainnya, seperti pemangkasan, pembersihan gulma dan hama lainnya.

Hidroponik System Wick

Teknik ini merupakan teknik yang paling sering digunakan oleh pemula. Teknik ini cukup sederhana karena menggunakan alat dan bahan yang mudah didapat di sekitar rumah.

Sistem ini sering disebut sistem sumbu karena memanfaatkan sumbu atau kain sebagai penghubung antara larutan nutrisi dengan media tanam.

Berikut ini tata cara bercocok tanam hidroponik menggunakan sistem wick diantaranya:

  • Siapkan beberapa botol bekas minuman 1 liter sebagai alat dan bahan.
  • Siapkan media tanam seperti arang atau sekam
  • Siapkan alat untuk melubangi dan alat pemotong seperti gunting, pisau, dan paku.
  • Sumbu atau menggunakan kain flanel atau bisa juga menggunakan kain bekas.
  • Sediakan juga larutan nutrisi.
  • Pertama potong botol bekas air mineral menjadi dua bagian.
  • Satukan kembali dua bagian botol yang sudah di potong tadi dengan membalik botol bagian atas.
  • Kemudian pasang sumbu pada botol yang sudah disatukan tadi dan pastikan sumbu dapat mengalirkan larutan nutrisi dengan baik.
  • Setelah itu isi botol dengan media tanam yang sudah disediakan tadi.
  • Kemudian tanam bibit pada media tanam.
  • Kemudian isi salah satu botol pada bagian bawah dengan larutan nutrisi.
  • Kemudian letakkan botol pada tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung.
  • Periksa setiap 2-3 kali sehari untuk mengganti larutan nutrisi.

Kunci budidaya sistem wick adalah melakukan penyiraman rutin dan jangan biarkan larutan nutrisi kosong.

Cara Bercocok Tanam Sistem NFT (Nutrient Film Technique)

Dikembangkan sejak tahun 1960 an, oleh Dr. A.J. Cooper di Glasshouse Crops Little Research Institute Litlehampton, Inggris. Kemudian pada tahun 1970 an mulai dikenal dan dikomersilkan.

NFT sendiri merupakan sistem hidroponik yang bekerja dengan mengalirkan air nutrisi melalui aliran air yang tipis terhadap tanaman. Pemberian nutrisi dibuat terus-menerus bersirkulasi tanpa timer menggunakan pompa.

Berikut cara bercocok tanam hidroponik sistem NFT:

  • Sediakan pompa dan beberapa pipa serta talang.
  • Sediakan juga alat media styrofoam serta wadah atau bak air.
  • Beri lubang pada pipa sesuai dengan jarak tanamannya.
  • Pastikan lagi ukuran antara jarak tanamannya sama.
  • Susun pipa atau talang yang telah dipersiapkan.
  • Siapkan penampung pada ujung pipa yang berukiran lebih rendah.
  • Jangan lupa pasang pompa untuk mengalirkan air dan nutrisi.
  • Posisikan akar tanaman sebagian masuk kedalam air.
  • Akar akan memeproleh sumber nutrisi dari air.
  • Jenis tanaman yang biasa ditanam pada sistem ini, ialah tanaman sayuran hijau seperti kangkung, bayam, sawi dll.

Kelebihan Cara Bercocok Tanam Hidroponik

Adapun beberapa kelebihan bercocok tanam hidroponik antara lain yaitu:

  • Tidak membutuhkan media tanah
  • Menhemat pemakaian air
  • Tingkat pertumbuhan lebih cepat
  • Pemanfaatan nutrisi yang maksimal
  • Tidak menghasilkan polusi terhadap lingkungan serta relatif
  • Proses perawatan lebih ramah lingkungan karena tidak perlu menggunakan obat hama atau pestisida.
  • Memberikan hasil yang maksimal dan lebih banyak
  • Media penanaman dapat digunakan berulang kali
  • Memperkecil serangan hama dan penyakit serta bebas dari gangguan gulma
  • Tanaman yang dihasilkan lebih steril dan bersih

Macam Macam Sistem Hidroponik

Cara bercocok tanam hidrponik itu sendiri dalam penerapannya memiliki bebrapa teknik serta sistem. Mulai dari yang sederhana higga sistem yang canggih dengan biaya yang cukup mahal.

Berikut ini beberapa sistem hidroponik yang wajib anda ketahui:

  1. Wick System
  2. Water Culture System
  3. NFT System (Nutrient Film Technique)
  4. Ebb & Flow System
  5. Drip System
  6. Aeroponics
  7. Bubbleponics (Sistem Gelembung)
  8. DFT System (Deep Flow Technique)
  9. System Fertigasi
  10. Bioponic

Nah itu tadi pembahasan tentang cara bercocok tanam hidroponik, dan juga bebarap cara bercocok tanam hidroponik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan juga menjadi refereni untuk kita, serta menjadi amal jariyah yang mengalir dan pahala yang tak terputus.