7 Cara Beternak Sapi Yang Baik dan Benar Bagi Pemula

Cara beternak sapi – usaha sapi potong memamang merupakan usaha yang sangat menggiurkan, jika mengingat akan permintaan kebutuhan daging sapi yang sangat tinggi, apa lagi jika sudah tiba hari raya qurban.

Namun kenyataannya Indonesia kekurangan stok daging yang hanya bisa memenuhi 1/3 dari kebutuhan yang seharusnya sekitar 20%.

Kondisi ini menyebabkan pemerintah mengimpor sapi dari luar negeri untuk memenuhi permintaan kebutuhan daging masyarakat.

Nah maka dari itu bisnis ternak sapi akan menjadi sangat menguntungkan jika memang kita tekuni dengan sunggu-sungguh.

Pada artikel kali ini penulis akan memberikan cara serta tips beternak sapi potong yang bisa menghasilkan kualitas serta daging yang melimpahh.

Jenis Sapi Potong Yang Bagus Untuk Ternak

Sebelum memutuskan memilih untuk beternak sapi, alangkah baiknya hal pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan jenis sapi yang akan di budidayakan.

Berikut beberapa jenis sapi potong yang populer dikalangan peternak indonesia, antara lain:

  1. Sapi Bali

Sapi bali adalah jenis sapi lokal yang paling banyak di ternakan, ciri-cirinya adalah tubuhnya yang berwarna merah sedangkan dari bagian kaki sampai ke lutut bawah dan pantatnya berwarna putih.

Punggungnya bergaris warna hitam. Semakin dewasa dan bertambah umur warna tubuhnya akan semakin gelap.

Sapi bali memiliki keunggulan adaptasinya yang baik pada lingkungannya yang baru.

  1. Sapi Brahman

Sapi Brahman ini memiliki daya tumbuh yang cepat, sehingga jadi pilihan bagi para peternak sapi potong.

Ciri tubuhnya yang berwarna coklat hingga coklat tua dan warna kepalanya yang putih.

Sapi ini daya tahannya tinggi pada cuaca panas dan kebal gigitan serangga. Serta presentase karkasnya cukup tinggi sekitar 45%.

  1. Limousin

Sapi ini terkenal karena tubuhnya yang berukuran besar dan tingkat produksinya yang baik.

Warna tubuh sapi limousin cenderung hitam bercampur warna merah bata dan putih pada moncongnnya.

  1. Sapi Madura

Ukuran tubuh api Madura memang tergolong kecil karena daya pertambahan berat badannya yang rendah.

Akan tetapi sapi ini memiliki tekstur serta kualitas yang sangat bagus jika dijadikan jenis sapi potong.

Sapi madura memiliki ciri khas dari punuknya, tubuhnya warna kuning hingga merah bata dan terkadang moncong, ekor serta kakinya berwarna putih.

  1. SapI Ongole

Sapi Ongole sudah banyak diternakan di Indonesia. sapi ini memiliki dua jenis, yaitu Peranakan Ongole (PO) yaitu hasil persilangan dengan sapi Madura serta juga Sumba Ongole (SO).

Sapi ini memiliki ciri khas warna tubuh putih, di sekitar kepala cenderung abu-abu dan lebih gelap.

Mempunyai gelambir dan punuk,serta memiliki postur tubuh agak panjang, lehernya sedikit pendek dengan kaki yang terlihat panjang.

Pemilihan Bakalan atau Pembibitan

Salah satu faktor yang paling penting dalam cara bertenak sapi adalah pemilihan bakalan atau pembibitan.

Fase ini memiliki andil serta pengaruh yang cukup besar dalam beternak sapi agar supaya memperoleh keturunan yang berkualitas.

Selain itu pemilihan bakalan sapi, tidak bisa hanya dengan asal pilih saja, melainkan harus dengan beberapa ciri-ciri dari sapi tersebut.

Berikut ini beberapa ciri-ciri bakalan sapi yang bagus, anatara lain:

  • Umur sapi di atas 2,5 tahun.
  • Berjenis kelamin jantan.
  • Meski kurus, tulang menonjol akan tetapi tetap sehat (kurus karena kurang pakan, bukan karena sakit).
  • Memiliki bentuk tubuh panjang, lebar dan bulat, panjang minimal 170 cm tinggi pundak minimal 135 cm, dan lingkar dada 133 cm.
  • Pada pandangan matanya terlihat bersinar cerah.
  • Memiliki bulu-bulu yang halus.
  • Terkahir yakni kotorannya normal.

Penggemukan Sapi

Penggemukan sapi potong merupakan cara beternak sapi, dengan metode pemeliharaan sapi dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan berat badannya, melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan).

Beberapa metode atau penggemukannya antara lain:

Itu tadi beberapa cara yang bisa kita lakukan dalam proses penggemukan sapi ternak. Dalam pelaksanaannya sebenarnya sama dengan penggemukan sapi potong biasa, hanya saja yang membedakan dari jenis dan tekniknya.

Cara Pemberian Pakan Sapi

Pemberian pakan merupakan hal yang paling penting dalam beternak sapi. Pakan menjadi salah satu faktor utama dalam proses penggemukan sapi potong.

Sedangkan untuk jenis sapi perah, pemberian pakan sangat penting sekali karena akan menunjang produktivitas pada sapi.

Sapi adalah hewan ruminansia, yakni hewan yang pencernaannya melalui tiga proses, yaitu:

  • Secara mekanis, yaitu dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva).
  • Secara fermentatif, yaitu dalam rumen dengan bantuan mikroba rumen.
  • Secara enzimatis, yaitu setelah melewati rumen.

Masalah pemberian pakan ini harus benar-benar diperhatikan untuk menunjang keberhasilan dalam beternak sapi terutama untuk proses penggemukan sapi.

Dalam pengaplikasiannya pemberian pakan sapi biasanya terdiri dari dua jenis yakni, hijauan dan kombinasi hijauan dengan konsentrat.

Pakan hijauan memang mudah didapat serta murah. Akan tetapi jika pada sapi ternak hanya diberikan pakan hijauan saja, maka akan menyebabkan hasil yang kurang maksimal dalam proses pengemukannya.

Kunci sukses dari proses penggemukan sapi yakni dari pemberian pakan yang memiliki nutrisi cukup.

Seekor sapi dalam satu hari membutuhkan pakan sekitar 10% dari bobot tubuhnya, serta pakan tambahan (konsentrat) sekitar 2% per harinya.

Selain hal itu tadi sapi juga memerlukan 15-30 gr garam per hari dan 13-30 gr kalsium phospat yang terkandung di dalam tepung tulang atau kapur.

Yang tak kalah pentiing jangan lupa juga untuk selalu menyediakan air bersih untuk minum ternak setiap harinya.

Idealnya pemberian pakan ternak ini bisa diberikan 2-3 kali dalam sehari.

Nah untuk kalian para peternak yang ingin mengetahui apa saja sih, jenis pakan ternak sapi yang bisa serta ideal untuk diberikan terhadap sapi yang ingin cepat gemuk bisa baca artikel ini 5 Jenis Pakan Ternak Untuk Sapi Agar Cepat Gemuk

Kandang

Selain beberpa hal diatas yang sudah dijelaskan tadi, kandang juga tidak kalah penting dalam menunjang hasil ternak yang maksimal.

Selain bisa memberikan ruang untuk berteduh serta tempat untuk tidur hewan ternak, kandang juga bisa berpengaruh terhadap kejiwaan serta psikologi sapi.

Jika sapi merasa nyaman akan kandang yang ditempatinya, maka tentunya sapi akan merasa tenang dan rileks serta hal ini akan membantu mempercepat proses penggemukan serta membantu para peternak untuk mendapatkan hasil ternak yang maksimal.

Berikut ini beberapa model kandang sapi serta karakteristikya, antara lain:

  • Model Kandang Sapi Individu

Pada model kandang individu, setiap satu ekor sapi ditempatkan sendiri-sendiri atau menempati tempatnya sendirian tanpa ada sapi lain.

Model kandang ini dapat meningkatkan pertumbuhan sapi lebih cepat, sebab tidak ada persaingan dalam mendapatkan pakan karena hanya sendirian, serta meminimalkan pergerakan sapi.

  • Model Kandang Sapi Berkelompok

Sementara untuk model ini memiliki kelemahan, yaitu terjadinya persaingan antar sapi untuk mendapatkan atau memperebutkan pakan, dikarenakan penempatannya yang berkelompok atau dalam satu kandang terdapat beberapa ekor sapi.

Hal ini akan menyebabkan ketidak seimbangan pertumbuhan sapi ternak, karena dalam satu kandang akan hanya di dominasi oleh sapi yang kuat saja.

Kawin dan Hamil

Untuk seekor sapi rata-rata akan mengalami birahi dikisaran antara 17-24 hari. Sedangkan lama birahi dari seekor sapi yakni 6 sampai 30 jam dengan rata-rata setiap 17 jam sapi itu merasakan ingin kawin.

Banyak hal yang mempengaruhi periode birahi sapi jantan maupun betina, mulai dari hormon dan persiapan lainnya.

Umur ideal dalam masa kawin pertama seekor sapi yakni ketika beranjak umur 12 bulan.

Saat sapi hamil, angka kebuntingan dari setiap sapi ini tergantung dari inseminasi kawin buatan atau kawin alam.

Faktor kebuntingan sendiri tergantung dari 3 faktor, yaitu:

  • Fertiliasasi penjantan dan betina
  • Teknik inseminasi
  • Iklim juga mempengaruhi.

Faktor yang mempengaruhi relatif lama masa hamil, yaitu:

  • Jenis kelamin anak yang dikandung
  • Jumlah anak dalam kandungan
  • Umur induk dan lingkungan.

Sedangkan rata-rata masa hamil pada sapi yakni di kisaran sembilan bulan atau 270 hari.

Pencegahan dan Perawatan dari Penyakit

Untuk perawatan pada hewan ternak sapi, bisa dibilang sama seperti hewan ternak pada umumnya.

Selain pakan yang mencukupi dan bernutrisi, ternak sapi potong juga membutuhkan perawatan rutin agar perkembangannya berjalan dengan baik.

Setiap sapi ternak juga perlu adanya pemberian vaksinasi rutin untuk menghindari penyakit yang serius, seperti:

  • Penyakit mulut dan kuku (PMK).
  • Infectious bovine rhinotracheitis (IBR).
  • Anthrax
  • Salmonellosis

Selain itu, pembeian obat cacing juga diperlukan secara teratur tiap 3, 6 atau 12 bulan sekali agar mrnghindari si sapi terserang cacing.

Meskipun kenyataannya penyakit cacingan tidak terlalu bahaya, tetapi kalau sapi terkena cacingan akan berpengaruh pada kecepatan pertambahan berat badan saat proses penggemukan dan ini bisa menyebabkan kerugian bagi para peternak.

Nah itu tadi pembahasan yang bisa disampaikan oleh penulis kali ini. Semoga artikel tentang cara beternak sapi serta beberapa cara di atas dapat bermanfaat serta bisa dijadikan pedoman serta referensi bagi kalian para pemula yang ingin menekuni bisnis ternak sapi potong.