5 Cara Membuat Pupuk Kompos dari Kotoran Sapi

Cara membuat pupuk kompos dari kotoran sapi – Hampir semua petani di desa tahu akan pupuk organik itu lebih baik utntuk tanaman. Istilah lokalnya pupuk organik itu adalah “Rabok”.

Rabok merupakan pupuk yang berasal dari tumpukan kotoran hewan. Seperti halnya jenis sapi dan kambing.

Tapi apa coba?

Meski mereka tahu kalau pupuk organik itu bagus dan juga baik, nyatanya hanya sedikit yang mau menggunakannya.

Seolah-olah petani itu terhipnotis dengan pupuk anorganik. Semacam ada kurang yakin hasil pertaniannya kurang bagus kalau tidak pakai pupuk anorganik.

Perlunya Bahan Organik Kotoran Sapi Dikomposkan

  • Jika tanah mengandung cukup udara dan air, penguraian bahan organik berlangsung secara cepat sehingga bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.
  • Penguraian bahan segar hanya sedikit sekali memasok humus dan unsur hara ke dalam tanah.
  • Struktur bahan organik segar sangat kasar dan daya ikatnya terhadap air kecil, sehingga jika langsung dibenamkan mengakibatkan tanah menjadi sangat remah.
  • Kotoran sapi tidak selalu tersedia pada saat diperlukan, sehingga pembuatan pupuk kompos adalah cara penyimpanan bahan organik sebelum dipakai untuk pupuk.

Kandungan Pupuk Kompos dari Kotoran Sapi

  • Memperbaiki struktur tanah berlempung sehingga menjadi ringan.
  • Memperkuat daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak mudah berderai.
  • Dapat menambah daya ikat tanah kepada air dan unsur-unsur hara tanah.
  • Memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah.
  • Mempunyai unsur hara yang lengkap jumlahnya tergantung dari bahan pembuat pupuk kompos.
  • Membantu proses pelapukan bahan mineral.
  • Memberikan ketersediaan bahan makanan untuk mikroba.
  • Menurunkan aktivitas mikroorganisme merugikan.

Manfaat Pupuk Kompos Kotoran Sapi

Proses pengolahan kotoran sapi sebagai pupuk kompos, mampu memenuhi unsur hara yang diperlukan tanah, serta membantu memperbaiki struktur tanah menjadi lebih baik.

Kelarutan unsur-unsur anorganik akan meningkat jika berada pada tanah yang baik dan sehat.

Ketersediaan vitamin, asam amino, zat gula dan zat-zat bioaktif hasil dari aktivitas mikroorganisme efektif pada tanah akan bertambah, serta dapat menyebabkan tanaman menjadi semakin maksimal.

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Kotoran Sapi

Pupuk kompos merupakan salah satu jenis pupuk organik. Kompos adalah bahan-bahan organik (sapah organik) yang telah mengalami proses pelapukan.

Hal ini dikarenakan adanya interaksi antara mikroorganisme (bakteri pembusuk) yeng bekerja didalamnya. Kotoran sapi menjadi salah satu bahan yang memiliki potensi untuk dijadikan sebagi kompos.

Pada kotoran sapi memiliki kandungan unsur hara antara lain:

  • Nitrogen 0,33%
  • Fosfor 0,11%
  • Kalium 0,13%
  • Kalsium ,26%

Selain itu pupuk kompos merupakan bahan pembenah tanah yang paling baik dan alami jika dibandingkan dengan bahan pembenah buatan/sintesis.

Umumnya pupuk organik mengandung hara makro N,P,K rendah, akan tetapi mengandung hara mikro dalam jumlah yang cukup, dan sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.

Baca juga artikel terkait tentang jenis pakan yang disarankan agar memperoleh tekstur kotoran yang bagus.

Berikut ini bahan yang diperlukan dalam pembuatan pupuk kompos, antara lain:

  1. Kotoran sapi (800 kg)
  2. Sekam padi (200 kg)
  3. Molases (2,5 liter)
  4. Air (secukupnya)
  5. Dekomposer/Stardec (2,5 kg)

Alat yang dperlukan, antara lain:

  1. Sekop 2 dan juga cangkul 2 buah, untuk mengaduk bahan kompos dan melakukan pembalikan.
  2. Terpal sebagai penutup adukan kompos.
  3. Ditempatkan pada tempah yang teduh dari sinar matahari dan juga hujan untuk proses pembuatan.

Dalam pembuatannya sendiri dibagi menjadi 4 bagian:

  • Proses pengadukan
  • Adukan ketika umur 1 minggu
  • Adukan umur 2 minggu
  • Terkahir, kompos sudah jadi serta dapat dikemas
  1. Gudang, sebagai tempat untuk menyimpan kompos.
  2. Sediakan ember sebagai media untuk mengambil air untuk mengencerkan molases.
  3. Karung, sebagai media untuk mengemas kompos.

Cara pembuatan kompos dari kotoran sapi:

  1. Pertama, yakni menyiapkan kotoran sapi serta di atasanya diberikan sekam padi.
  2. Kemudian taburkan stradec secara merata.
  3. Encerkan molases, kemudian siramkan merata diatas adukan tadi.
  4. Setelah itu aduk bahan kompos secara merata.
  5. Atur kelembaban kira-kira sekitar 60% dengan ciri biasanya jika digenggam tidak pecah, tidak ada tetesan air dan tangan tidak basah.
  6. Jika bahan kurang lembab bisa ditambahkan air secukupnya.
  7. Kemudian tutup bahan yang sudah di aduk tadi dengan terpal.
  8. Jangan lupa untuk proses pembalikan setiap seminggu sekali.
  9. Pengecekan dilakukan pada hari ketiga, apabila terasa panas, maka terjadi proses pengomposan.
  10. Dalam proses pengomposan biasanya berlangsung selama 3 minggu.
  11. Kompos akan jadi setelah tiga minggu, biasanya ditandai dengan bahan kompos tidak panas dan tidak bau.

Ciri-ciri kompos yang sudah jadi serta berkualitas baik, adalah:

  1. Kompos terlihat berwarna coklat kehitaman.
  2. Memiliki aroma yang baik serta tidak menyengat, tetappi mengeluarkan aroma seperti bau tanah atau seperti bau humus hutan.
  3. Kompos akan menggumpal ketika dipegang dan dikepal. Jika ditekan dengan pelan, gumpalan kompos akan hancur dengan mudah.

Teknik pengomposan pupuk kandang

Pengomposan pupuk kandang terutama pupuk kandang sapi sangat bermanfaat, untuk menguraikan bahan-bahan organik yang terdapat dalam kotoran.

Hal ini dapat menjadi sumber-sumber hara yang stabil serta bisa gampang di serap oleh tanaman.

Dalam pengomposan akan terjadi proses pengeluaran panas yang sekaligus juga akan membunuh bibit penyakit serta mematikan biji-bijian gulma.

Maka dari itu pupuk kandang yang telah dikomposkan akan relatif lebih aman dari penyakit serta dari hama tanaman.

Teknik pengomposan sendiri dibagi menjadi dua macam, yaitu:

  1. Pengomposan Aerobik

Teknik pengomposan aerobik merupakan prinsip yang bekerja di lingkungan pengomposan di atas tanah.

Baik itu terjadi di tumpukan yang berdiri sendiri, ataupun pada wadah yang menyediakan sirkulasi udara, seperti tempat sampah dengan isi terbuka atau tumbler dengan lubang aerasi.

Pengurai aerobik baekerja lebih cepat serta efisien selama banyak udara tersedia jika dibandingkan proses an-aerobik.

Akan tetapi, karena organisme ini menguras pasokan oksigen dari ruang yang ada dan pori-pori di antara bit bahan organik, terjadi perlambatan proses dekomposisi.

  1. Pengomposan Anaerobik

Organisme anaerobik bekerja tanpa oksigen, sehingga sebagian besar anaerob terjadi di bawah tanah di lubang atau parit.

Pada dasarnya, Anda menggali lubang, mengisinya dengan bahan organik, dan menutupnya dengan lapisan tanah. Dekomposer anaerobik mendapatkan hak untuk bekerja, tanpa perlu Oksigen segar.

Organisme anaerob bekerja lebih lambat daripada rekan aerobiknya, dan tidak mungkin untuk memantau kemajuan mereka tanpa menggali ke dalam lubang dan mencari-cari.

Organisme anaerobik mengeluarkan gas bau sebagai produk sampingan dari aktivitas mereka. Dan karena kondisi yang lebih dingin, benih gulma dan patogen tanaman tidak hancur.

Pengomposan anaerob biasanya menggunakan penutup plastik atau terpal yang tebal.

Aerobic

HOT Compost

Anaerobic

COOL Ompost

e.g. 3-Bay System e.g. black council bin
Fueled by

OXYGEN & Moisture

Fueled by

BACTERIA & Mouisture

Turned weekly Not turned
Large

(alt least 1 cubic matre)

Small

(less than 1 cubic metre)

Quick

Ready in 6 weeks

Slow

Ready after 6 months

Kills pathogen & weeds Can spread panthogen & weeds

 

Standart SNI Pupuk Kompos

Menurut SNI, kandungan unsur hara yang terdapat pada pupuk organik haruslah:

  • C organik (Standar SNI 15, kandungan kompos sapi 24,2)
  • N total (Standar SNI 0,4, kandungan kompos sapi 2,02)
  • Fosfor (Standar SNI 0,3, kandungan kompos sapi 0,49)
  • Kalium (Standar SNI 0,4, kandungan kompos sapi 1,42)
  • C/N rasio (Standar SNI 10 – 25, kandungan kompos sapi 12,0)
  • pH (Standar SNI 5-8, kandungan kompos sapi 8,30)
  • Kadar air (Standar SNI 40 maksimal, kandungan kompos sapi 16,72)

Standar di atas akan kita buat sebagai acuan apakah pupuk oraganik padat dari kotoran sapi kita sudah bagus kualitasnya atau belum.

Cara Membuat Pupuk Kompos Kotoran Sapi Dengan EM4

Karena pupuk kompos begitu penting, untuk membantu memperbaiki struktur tanah dan begitu mahalanya harga pupuk buatan.

Hal ini memaksa kita untuk mengerti teknis pembuatan kompos organik berbahan kotoran sapi untuk memudahkan petani dalam memanfaatkan kotoran sapi dan sekaligus memproduksi pupuk organik yang akhirnya akan menambah pendapatan.

Berikut Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Kotoran Sapi Dengan EM4 yang bisa kalian praktekan dirumah masing-masing:

Alat dan Bahan

  • Kotoran sapi
  • Jerami padi
  • EM4
  • Terpal atau plastik penutup

Cara Pembuatan

  1. Pertama yang kita lakukan adalah bandingkan antara kotoran sapi dengan jerami padi, komposisi yang ideal adalah 60 : 40, atau boleh juga membuat dengan perbandingan 50 : 50. Jadi apabila kalian memiliki bahan kotoran sapi sebanyak 60 kg, maka jerami padi yang dibutuhkan adalah 50 kg, begitu seterusnya, sedangkan EM4 yang dibutuhkan adalah 100 ml saja.
  2. Sebelumnya terlebih dahulu aktifkan EM4 dengan cara membuat larutan gula sebanyak 1,5 liter air untuk 3 – 4 sendok gula, setelah itu tambahkan 2 – 3 EM4 di dalamnya. Kocok hingga menyatu kemudian diamkan selama semalaman, kalian dapat mempelajari lebih lanjut pada cara membuat pupuk cair dari EM4.
  1. Cacah terlebih dahulu jerami padi supaya memudahkan proses pengomposan
  2. Diaduk sampai rata kotoran sapi dan jerami padi hingga merata, setelah itu tata atau hamparkan kedua bahan tersebut dan sirami secara perlahan larutan EM4 ke atasnya. Sebagai tips, jangan menghabiskan seluruh bahan untuk disiramkan EM4, namun ada baiknya kalian membuatnya secara berlapis seperti cara membuat pupuk organik padat dari kotoran ayam.
  1. Setelah semua bahan habis, langkah selanjutnya adalah menutup bakal kompos tersebut menggunakan terpal atau plastik penutup. Beri beban di tiap sisi terpal agar terpal tidak mudah tersingkap dan mengakibatkan masuknya lalat atau belatung.
  1. Biarkan proses pengomposan berlangsung, tandanya adalah adanya suhu panas di permukaan bakal kompos, biarkan selama kurang lebih 30 hari, tiap 3 hari sekali kalian dapat membuka terpal dan mengaduk-aduk bahannya agar proses aerasi berlangsung.
  2. Biarkan hingga 1 minggu, kemudian buka tutup terpalnya agar bakal pupuk dapat melalui proses airasi pada pengomposannya, apabila pengomposan berhasil, maka akan keluar hawa panas dari dalam timbunan tersebut.
  3. Selama kurang lebih 3 minggu, pupuk padat dari kotoran sapi dapat dibongkar untuk diangin-anginkan agar aroma amoniaknya hilang dan pupuk siap digunakan.

Metode Lain Dalam Pembuatan Pupuk, Antara Lain:

Nah itu tadi pembahasan kita tentang cara pembuatan pupuk kompos dari kotoran sapi. Ini bisa di jadikan pedoman serta acuan bagi kalian yang ingin melakukan/memutuskan untuk bisnis ternak sapi. Demikian artikel kali ini, semoga bermanfaat ya…