Ciri dan Fungsi Jaringan Palisade dan Spons Pada Tumbuhan

Apa itu jaringan palisade? Serta apa fungsi jaringan palisade itu?

Sebelumnya di artikel lainnya kita sudah membahas mengenai jaringan yang ada pada tumbuhan.

Nah untuk itulah tujuan artikel kali ini dibuat sebagai penjelas serta lanjutan dari artikel sebelumnya.

Langsung saja mari kita bahas lengkap mengenai pengertian, struktur dan juga fungsi jaringan palisade dan juga jaringan spons.

Apa Itu Jaringan Palisade dan Spons?

Gambar Jaringan Palisade

Pengertian Jaringan Palisade

Jaringan palisade adalah suatu jaringan yang merupakan salah satu anggota bagian jaringan mesofil.

Jaringan ini juga sering disebut sebagai jaringan tiang yang pasti dimiliki oleh semua jenis daun-daun tumbuhan.

Pengertian lain dari jaringan palisade sendiri adalah suatu jaringan yang tersusun atas beberapa sel yang memanjang tegak lurus terhadap permukaan helai daun, pada selnya saling terpisah namun agak rapat sehinngga udara dalam ruang antar sel tetap mencapai sisi panjang dari sel tersebut.

Jaringan palisade ini terletak di antara sel-sel yang terdapat di dalam jaringan mesofil.

Jaringan tiang atau jaringan palisade merupakan sebutan dari jaringan yang susunan selnya yang menjadi bagian jaringan mesofil, karena memiliki fungsi untuk mengisi antara jaringan lain.

Pengertian Jaringan Spons

Jaringan spons adalah sel-sel yang tak teratur, berdinding tipis, dan ruang antarselnya besar, sehingga pertukaran dan penyimpanan gas dapat terjadi dengan mudah.

Ciri-Ciri Jaringan Palisade dan Spons

Ciri-Ciri Jaringan Palisade

  • Umumnya berbentuk balok atau persegi panjang
  • Tersusun tegak sehingga menyerupai tiang
  • Posisinya memanjang tegak lurus terhadap permukaan helai daun
  • Tersusun sangat rapat
  • Tidak terdapat rongga antar sel
  • Terletak di bawah epidermis atas pada daun
  • Mengandung banyak klorofil
  • Berfungsi sebagai tempat utama terjadinya fotosintesis
  • Kloroplas ini melekat di tepi dinding sel.
  • Pada daun terdapat 1-2 lapisan jaringan tiang.
  • Merupakan tumbuhan yang hidup di tanah berkadar air tanah tinggi, jaringan tiangnya berada di sebelah atas.

Ciri-Ciri Jaringan Spons

  • Mengandung sedikit klorofil
  • Berada di bawah jaringan palisade
  • Mempunyai ruang antar sel
  • Memiliki rongga

Fungsi Jaringan Palisade dan Spons

Fungsi Jaringan Palisade

  • Merupakan tempat terjadinya proses fotosintesis, dikarenakan pada jaringan tersebut terdapat sel yang dimana mengandung banyak kloroplas.
  • Kloroplas memiliki pigmen-pigmen fotosintesis seperti klorofil atau pigmen hijau untuk dapat menyerap radiasi matahari.
  • Energi yang dipancarkan matahari serta komponen lain seperti air dan karbon dioksida digunakan serta diserap untuk membuat senyawa organik berupa karbohidrat yang menjadi sumber makanan bagi tumbuhan.
  • Jaringan tiang atau jaringan palisade pada daun juga sering disebut sebagai parenkim asimilasi dan parenkim pagar.
  • Menjadi bagian dari jaringan mesofil yang disusun dari sel-sel parenkim yang memiliki fungsi sebagai pengisi utama lapisan sel dalam daun
  • Berkaitan dengan proses transpirasi. Pada proses transpirasi, air yang menguap dari dinding sel-sel parenkim jaringan tiang keluar menuju ke ruang interseluler
  • Sebagai tempat proses terbentuknya sel yang menyebabkan terjadinya proses fotosintesis, hal ini merupakan jaringan yang terdapat dan mengandung banyak kloroplas untuk dapat menyerap pancaran sinar matahari.
  • Sebagai proses mendapatkan energi dari radiasi matahari atau mendapatkan komponen seperti dioksida (CO2).
  • Sebagai tempat proses untuk membuat (sintesis) sel senyawa dari organik yang berupa karbohidrat sehingga menjadi makanan utama bagi tumbuhan.
  • Sebagai proses terbentuknya jaringan tiang pada daun untuk keberlangsunagan jaringan mesofil sehingga sel tersusun untuk menjadi pengisi utama pada lapisan sel dalam daun.
  • Berguna sebagai proses dalam jaringan untuk menguap sel yang keluar dari dinding sel.

Fungsi Jaringan Spons

  • Menjadi tempat penyimpan cadangan makanan.
  • Menjadi tempat fotosintesis.
  • Menjadi penutupan luka, regenerasi, dan penyusun utama berbagai alat tubuh atau organ tumbuhan.
  • Memiliki peran sebagai empulur yang menjadi pengisi beberapa bagian atau seluruh korteks akar dan batang, mesofil daun, serta pada bagian buah yang berdaging. Merupakan jaringan yang terdiri dari sel-sel yang bentuknya memanjang dan banyak mengandung klorofil.
  • Berfungsi sebagai sel parenkim yang letaknya berada di bawah lapisan jaringan parenkim palisade.
  • Dilain itu, pada jaringan lain mislanya jaringan pengangkut (xilem dan floem) juga terdapat sel parenkim.
  • Memiliki fungsi sebagai tempat fotosintesis
  • Berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil fotosintesis.

Artikel terkait: Siklus Daur Hidup Pada Tumbuhan

Strukur Jaringan Palisade

Dinding Sel

Dinding sel adalah salah satu struktur yang berada di luar membran plasma serta menjadi pembatas ruang bagi sel untuk membesar.

Dinding sel menjadi ciri khas yang dimiliki oleh tumbuhan, bakteri, fungi (jamur), dan alga, meskipun struktur penyusun dan kelengkapannya berbeda.

Sel inilah yang menjadi penyebab sel tidak dapat bergerak dan berkembang bebas, layaknya sel tumbuhan.

Akan tetapi, hal ini memiliki dampak positif karena membuat dinding-dinding sel dapat memberikan dukungan dan perlindungan serta menjadi penyaring/filter bagi struktur dan fungsi sel sendiri.

Dinding sel berfungsi untuk menghalau dan juga mencegah kelebihan air yang masuk ke dalam sel.

Dinding rumah terbuat dari berbagai macam komponen, tergantung golongan organisme.

Pada tumbuhan, dinding-dinding sel sebagian besar terbentuk oleh polimer karbohidrat (pektin, selulosa, hemiselulosa, dan lignin) sebagai salah satu penyusun penting.

Sedangkan pada bakteri, peptidoglikan (suatu glikoprotein) menyusun dinding sel. Fungi memiliki dinding sel yang terbentuk dari kitin.

Sementara itu, dinding sel alga terbentuk dari glikoprotein, pektin, dan sakarida sederhana (gula) dan juga racun.

Fungsi Dinding Sel

  • Dinding sel memberikan bentuk pada sel tumbuhan.
  • Ini menanamkan kekakuan sel.
  • Fungsi dinding sel sebagai penghalang untuk masuknya patogen (virus, bakteri, jamur dan protozoa) ke dalam sel.
  • Ini memberikan perlindungan kepada protoplasma terhadap kerusakan mekanikal.
  • Dinding sel menjaga tidak bisa masuk atau keluar dari bahan sel.
  • Dinding sel berfungsi sebagai apoplast (difusional bebas di luar membran plasma) yang permeabel terhadap air dan mineral terlarut di dalamnya.

Sitoplasma

Sitoplasma adalah bagian sel yang terbungkus membran sel. Pada sel eukariota, sitoplasma merupakan salah atu struktur bagian non-nukleus dari protoplasma.

Sedangkan pada sitoplasma sendiri memiliki sitoskeleton, berbagai organel dan vesikuli, serta sitosol yang berupa cairan tempat organel melayang-layang di dalamnya.

Fungsi Sitoplasma

  • Fungsi sitoplasma adalah sebagai medium tempat terjadinya reaksi metabolisme sel.
  • Selain itu berperan dalam menyediakan bahan yang penting untuk organel yang diperoleh dari luar sel.
  • Sitoplasma adalah bagian sel yang terletak diluar membran sel dan berupa cairan.
  • Terdapat berbagai macam zat organik didalamnya sepert (protein, lipid, karbohidrat) dan zat anorganik (ion Ca, Mg). Khusus untuk cairan yang berbeda di dalam sel disebut nukleoplasma (di dalam nukleus).

Komponen Utama Penyusun Sitoplasma

  • Cairan seperti gel disebut dengan sitosol.
  • Substansi genetik simpanan dalam sitoplasma.
  • Sitoskeleton yang berfungsi sebagai kerangka sel yang terdiri dari mikrotubula dan filamen intermediet.
  • Organel-organel sel.

Inti Sel

Inti sel atau nukleus adalah salah satu dari bagian sel yang memiliki fungsi sebagai pusat pelaksana yang mengirimkan perintah ke sel-sel agar suapaya tumbuh, menjadi matang, membela atau mati.

Inti sel ini sendiri dapat kita jumpai pada sel eukariotik.

Fungsi Inti Sel

  • Menjaga integritas gen-gen.
  • Mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen.
  • Memiliki fungsi sebagai pengorganisasi gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom.
  • Sebagai tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA.
  • Menjadi pengatur kapan serta di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.

Vakuola

Vakuola adalah salah satu bagian dari organel sitoplasmik yang memiliki bentuk seperti zat cair.

Vakuola tersebut dibungkus oleh selaput yang sangat tipis atau pun tonoplas.

Vakuola sendiri dapat terbentuk karena kumpulan zat cair yang berkumpul menjadi satu seperti zat terlarut yang sangat bagus bagi tubuh.

Fungsi Vakuola

  • Tempat penyimpanan zat cadangan makanan seperti amilum dan glukosa.
  • Tempat menyimpan pigmen (daun, bunga dan buah).
  • Sebagai tempay menyimpan minyak atsirik (golongan minyak yang memberikan bau khas seperti minyak kayu putih).
  • Mengatur turgiditas sel (tekanan osmotik sel).
  • Sebagai tempat menimbun sisa metabolisme dan metabolik sekunder seperti getah karet, alkaloid, tanin, dan kalsium oksabit.

Kloroplas

Kloroplas adalah salah satu bagian dari sel yang hanya ada pada tumbuhan serta fungsinya untuk memberikan zat warna hijau pada daun tumbuhan tersebut.

Fungsi Kloroplas

Kloroplas berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis, yang menghasilkan makanan pada tanaman, dengan merubah air dan karbon dioksida menjadi karbohidrat dan oksigen dengan bantuan sinar matahari.

Struktur Jaringan Spons Berdasarkan Letaknya

  • Susunan pertama Adalah Dorsiventral : merupakan salah satu Jaringan palesade yang terletak pada bawah epidermis atau dibagian adaksial yaitu atas
  • Susunan kedua Isolateral : merupakan salah satu dari Jaringan palisede yang terletak pada kedua sisi dari permukaan daun.

Baca juga artikel terkait: Fungsi Xilem dan Floem Pengertian, Unsur, Ciri Pada Tumbuhan

Perbedaan Jaringan Palisade dan Jaringan Spons

  1. Terdapat hanya pada daun yang bersifat dorsiventral (daun yang memiliki permukaan atas dan bawah yang berbeda secara morphologis).
  2. Sel penyusun berbentuk kolom/tabung, dan tersusun rapat tanpa adanya ruang antarsel.
  3. Mengandung banyak kloroplas.
  4. Tidak memiliki rongga pernafasan.
  5. Terdapat di bawah epidermis bagian atas daun.
  6. Terdapat di daun dorsiventral malupun pada daun isobilateral (daun yang susunan morpholohisnya sama dibagian kiri dan kanan).
  7. Sel penyusunnya berbentuk bundar yang tersusun secara longgar dengan ada banuak ruang antar sel.
  8. Mengandung lebih sedikit kloroplas bila dibandingkan dengan parenkim palisade.
  9. Memiliki rongga pernafasan dan terbuka ke luar daun melalui stomata.
  10. Terdapat di bagian bawah lapisan parenkim palisade di daun dorsiventral dan antara kedua epidermis pada daun isobilateral.

Nah sampai disini dulu pembahasan kali ini mengenai fungsi dari jaringan palisade. Semoga apa yang disampaikan penulis kali ini dapat menjadi pedoman serta dijadikan referensi bagi kita kedapannya.

Sekian Terima Kasih.