Jaringan Ikat Pada Hewan dan Tumbuhan

Jaringan ikat pada hewan – Dalam tubuh makhluk hidup ternyata ada banyak jaringan penyusun yang menjadi penyusun utama serta pendukungnya, salah satunya adalah jaringan ikat.

Apa itu jaringan ikat?

Sebenaranya jaringan ikat ini berebeda-beda antara jenis makhluk hidup. Mulai dari perbedaan serta juga persamaannya.

Namun, pada artikel kali ini penulis akan menjelaskan tentang jaringan ikat pada hewan, lengkap beserta ciri, jenis dan gambarnya.

Pengertian Jaringan Ikat

Jaringan ikat adalah suatu jaringan yang berasal dan berkembang dari lapisan embrional, mosederm dengan berbagai bentuk.

Jaringan tersebut memiliki cairan ekstraseluler di mana sel-sel yang menyusun jaringan tersebar pada cairan ini. Cairan yang dimaksud dikenal juga dengan matriks.

Jaringan ikat memiliki fungsi mengikat, menyokong dan menambat bagian jaringan maupun organ lainnya.

Komponen penyusun jaringan ikat merupakan sel yang tersusun dalam matriks ekstrasluler dan tersusun menyebar.

Pengertian Jaringan Ikat Pada Hewan

Jaringan ikat pada hewan adalah jaringan ikat khusus yang memiliki fungsi penting dan vital bagi makhluk hidup, khususnya pada hewan.

Fungsi jaringan pada hewan yaitu menghubungkan dan menyatukan antara jaringan yang satu dengan jaringan yang lain.

Selain itu juga terdapat beberapa perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya.

Masing-masing komponen jaringan ikat ini memiliki fungsi, letak, dan stuktur yang berbeda.

Semua proses yang rumit tersebut merupakan bukti akan keajaiban penciptaan hewan-hewan baik yang ada di darat, laut maupun di udara oleh pencipta alam semesta.

Ciri-Ciri Jaringan Ikat Pada Hewan

  • Letak sel jaringan ikat tidak berhimpit jika hanya berhubungan pada ujung protoplasmanya saja.
  • Mempunyai bentuk sel yang tidak teratur, inti sel menggelembung dan sitoplasma bergranula.
  • Mempunyai komponen intraseluler atau matriks.

Fungsi Jaringan Ikat

Adapun fungsi dari jaringan pengikat pada hewan yakni sebagai penyokong atau pengikat antara jaringan atapun antar organ.

Adapun fungsi lain dari jaringan ikat adalah:

  • Sebagai penghubung dan penunjang dan ikat jaringan organ.
  • Sebagai proteksi atau pelindung organ.
  • Menyimpan lemak dan juga energi.
  • Memfagositosis kuman dan zat-zat asing.
  • Membentuk antibodi dan zat anti koagulan.
  • Mengurangi pengeluaran panas tubuh dari kulit.
  • Sebagai transportasi cairan tubuh.
  • Menyusun sistem sirkulasi darah.
  • Mengangkut oksigen dan makanan.
  • Mengangkut sisa metabolisme.
  • Sebagai pengisi rongga di antara organ.

Penyusun Jaringan Ikat Pada Hewan & Manusia

Matriks Jaringan Ikat

Matriks merupakan materi dasar untuk menempelkan sesuatu. Oleh karenanya, matriks juga berfungsi sebagai tempat menempelnya sesuatu apapun.

Adapun serat penyusun matriks, antara lain:

  • Serat Kolagen

Serat kolagen ini terbuat dari kolagen. Sifat serat kolagen tidak elastis, sangat kuat, dan mudah robek apabila ditarik mengikuti panjangnya.

Serat koladen terdapat pada tendon yang berfungsi menghubungkan otot dan tulang. Selain pada tendon, serat kolagen ditemukan juga pada tulang dan kulit. Penyusun utama serat kolagen yaitu protein kolagen.

  • Serat Elastin

Serat elastis bersifat yang sangat elastis dan memiliki tingkat kelenturan yang tinggi. Bentuk serat elastis ini berupa untaian panjang dan berwarna kuning.

Sifat serat elastis mirip dengan karet. Serat elastis berada pada pembuluh darah, ligamen dan selaput tulang rawan pada laring.

Serat elastin tersusun atas elastin yang terdiri atas mukopolisakarida dan protein serta dikelilingi oleh glikoprotein yang disebut fibrillin.

  • Serabut Retikular

Serat retikuler sangat tipis dan bercabang. Serat retikuler tersusun atas kolagen dan dilanjutkan oleh serabut kolagen. Serat ini memiliki elastisitas yang rendah.

Serat retikuler ini lebih tipis dari serat kolagen dan dilapisi glikoprotein. Fungsi serat retikuler yakni sebagai penghubung jaringan ikat dengan jaringan yang lain.

Serat retikuler ini terletak pada hati, limpa dan juga kelenjar limfe.

  • Bahan Dasar

Bahan dasar matriks merupakan mukopolisakarida sulfat dan asam hialuronat. Matriks akan bersifat lentur apabila memiliki asam hialuronat tinggi, contohnya pada sendi dan matriks akan bersifat kaku apabila memiliki mukopolisakarida tinggi, contohnya pada tulang punggung.

Adapun fungsi dari asam hialuronat, yakni sebagai pengikat air, pelumas, dan peredam benturan. Komponen utama mukopolisakarida yaitu sulfat terutama kondroitin sulfat.

Sel-Sel Jaringan Ikat Pada Hewan

Sel-sel inilah yang mampu bekerja sama antara satu sama lain serta memilki berbagai fungsi yang berbeda-beda.

Adapun beberapa jenis sel ikat pada hewan, antara lain:

  • Sel Jaringan Lemak

Lain fungsi sel fibroblast lain juga dengan sel lemak. Melalui dari namanya saja sudah dapat ditebak kalo sel lemak ini berguna menyimpan lemak.

Kumpulan dari jaringan sel lemak yang menumpuk dan menyatu dalam Jaringan pengikat disebut Jaringan adiposa.

  • Sel Makrofag

Makrofag yang memiliki nama lain yaitu Histiosit memiliki corak yang selalu berganti-ganti dan hanya berada di dekat pembuluh darah, berguna dalam proses pinositosis dan fagositosis.

Proses fagositosis yaitu jika ada sel darah yang mati, benda asing atau bakteri yang keluar dari pembuluh darah akan dibersihkan oleh Makrofag dengan cara menelan gangguan tersebut kedalam sel Makrofag.

  • Sel Fibroblast

Fibroblas merupakan sel yang memiliki bentuk seperti serat serta berfungsi untuk mensekresikan protein.

  • Sel Tiang

Sel tiang merupakan sel yang memiliki fungsi sebagai penghasil heparin dan histamin. Heparin sendiri berfungsi mencegah pembekuan darah. Sedangkan histamin berfungsi meningkatkan permeabilitas kapiler darah.

  • Sel Darah Putih

Sel darah putih berguna melawan semua benda asing yang masuk ke dalam tubuh seperti virus, bakteri atau protozoa.

Sel ini terdiri dari dua jenis yakni sel darah putih yang bergranula (granulosit) dan sel darah putih yang tidak bergranula (agranulosit)

Macam-Macam Jaringan Ikat Pada Hewan

Jaringan Ikat Longgar Pada Hewan

Jaringan ini merupakan jaringan ikat dengan sel yang jarang dan sebagian jaringannya tersusun matris berupa cairan lendir atau mukus yang mengandung serabut kolagen dan serabut elastin.

Ciri-ciri jaringan ikat longgar yaitu seratnya tersusun longgar. Letak jaringan ini berada pada makrofag, sel plasma, sel tiang dan juga sel lemak.

Fungsi jaringan ikat longgar yaitu untuk membungkus/melindungi organ, pembuluh darah dan saraf.

Jaringan Ikat Padat Pada Hewan

Jaringan ikat padat tersusun atas sel-sel fibroblas dan memiliki banyak serat kolagen yang tersusun padat dan teratur.

Jika dilihat lebih mendalam, jaringan ikat terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Jaringan Ikat Padat Beraturan

Jaringan ini hanya dapat ditemukan di daerah yang menimbulkan kontraksi menuju satu arah.

Dinamakan beraturan dikarenakan serat-serat dari penyusunnya yang sangat teratur secara sejajar dan searah.

  • Jaringan Ikat Padat Tak Beraturan

Jaringan ini Terletak pada kawasan yang memerlukan tekanan atau peregangan menyebar ke seluruh penjuru sel.

Pada kondisi ini yang menciptakan serat-serat berbentuk berkas ayaman yang arahnya tidak menentu. Posisi jaringan ikat ini berada pada bagian penutup tulang dan dermis kulit.

Jaringan Ikat Penyokong (Khusus)

Fungsi jaringan otot pada hewan, jaringan epitel dan juga jaringan saraf berhubungan satu sama lain yang dihubungkan oleh jaringan penyambung.

Adapun jaringan yang meluputi, antara lain:

1. Jaringan Tulang Rawan (Kartilago)

Tulang rawan pada anak-anak berasal dari jaringan embrional yang disebut dengan mesenkim. Sedangkan pada orang dewasa berasal dari selaput tulang rawan atau perikondrium yang mengandung banyak kondroblas (pembentuk sel tulang rawan).

Jaringan tulang rawan atau kartilago terdiri atas:

  • Jaringan Tulang Rawan Hialin

Merupakan tulang rawan yang mengandung kondroblas dan kolagen. Warna tulang hialin ini putih kebiruan dan transparan.

Tulang rawan hialin merupakan bagian terbesar dari kerangka embrio dan terdapat pada laring, trakea, dan tulang dada.

Tulang rawan berfungsi untuk memberi kekuatan, menyokong rangka embrionik dan membantu pergerakan.

  • Jaringan Tulang Rawan Fibrosa

Yakni merupakan tulang rawan yang lebih kokoh serta flaksibel. Tulang rawan fibrosa memiliki fungsi untuk memberikan perlindungan dan penyokong.

Tulag fibrosa memiliki warna gelap dan keruh, serta hanya terdapat pada tulang belakang dan tendon.

  • Jaringan Tulang Rawan Elastin

Merupakan tulang rawan yang memiliki struktur lebih lentur. Pada tulang rawan elastin terdapat serat elastin berwarna kuning dan perikondrium.

Tulang rawan elastin ini memiliki fungsi sebagai sebagai pemberi fleksibilitas dan penyokong. Tulang ini terletak pada embrio, laring, daun telinga, epiglotis, dan bagian luar telinga.

Berikut ini link artikel yang terkait, bagi kalian yang ingin mengetahui tentang struktur sel hewan dan sistem pernapasan pada hewan.

2. Jaringan Tulang Keras

Jaringan Tulang tersusun atas sel tulang yang disebut dengan osteosit. Osteosit terdapat pada lakuna dan dibentuk oleh osteoblas.

Jaringan tulang memiliki fungsi sebagai penyokong tubuh, alat untuk bergerak, dan juga sebagai pelindung organ dalam tubuh.

Terdapat dua jenis tulang yaitu tulang padat atau tulang yang tidak memiliki rongga seperti tulang pipa dan tulang spons atau tulang yang memiliki rongga seperti tulang pendek.

Tulang keras adalah jenis jaringan ikat yang mengandung banyak mineral. Matriks yang menyusun jaringan tulang memiliki kandungan kolagen dan kalsium fosfat sehingga membuat struktur jaringan tulang menjadi sangat keras.

Apabila dilihat dengan menggunakan mikroskop, jaringan tulang tersusun atas unit yang berpembuluh darah. Pembuluh darah tersebut yang menyuplai zat makanan bagi pertumbuhan tulang dan saraf.

Jaringan Ikat Cair pada hewan

Jaringan ikat cair adalah darah. Darah merupakan jaringan ikat yang istimewa karena berwujud cairan.

Jaringan darah termasuk jaringan ikat karena mempunyai matriks ekstraseluler berupa cairan yaitu plasma darah.

Fungsi jaringan darah adalah membawa sari makanan, hormon, oksigen, sisa hasil metabolisme dan mencegah infeksi.

Jaringan darah terdiri atas eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), trombosit (keping darah), dan plasma darah.

_

Nah itu tadi penjelasan lengkap mengenai jaringan ikat pada hewan beserta ciri, jenis dan juga gambarnya. Semoga apa yang disampaikan penulis di atas dapat menjadi pedoman serta referensi kita kedepannya.

Sekian Terima Kasih.