5 Jenis Padi Yang Paling Banyak Hasilnya

Jenis-Jenis Padi – Tanaman dengan nama latin Oryza satvia L ini, di Indonesia mulai dibudidayakan sekitar 1500 tahun SM.

Padi merupakan salah satu makanan pokok yang paling banyak di konsumsi hampir di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri padi merupakan makanan utama bagi seluruh masyarakat dan biasanya di selingi dengan sayuran sebagai pelengkap.

Pengelompokan padi sendiri seacara garis besar, dibagi menjadi beberapa kategori yakni, varietas, metode budidayanya, dan tipe beras.

Manfaat dan kandungan padi sendiri sangat penting bagi tubuh manusia, karena merupakan sumber karbohidrat.

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang, jenis-jenis padi dan cara budidaya padi serta kandungan gizi yang ada pada tanaman padi.

Ciri-Ciri Padi

Padi merupakan tanaman yang termasuk suku padi-padian atau poaceae. Di Indonesia sendiri padi merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan, terutama di daerah yang berhawa panas dan banyak sumber airnya.

Padi sendiri memiliki 2 subspesies, yakni padi cere (sinica) dan padi bulu (indica). Padi merupakan tanaman monokotil atau berkeping satu. Struktur batang padi berongga dan berbuku-buku.

Kemudian akan tumbuh daun dari batang tersebut, setelah mencapai buku terakhir padi akan memunculkan bunga.
Padi sendiri diduga berasal dari India atau Indocina

Jenis-Jenis Padi

Seperti yang kita jelaskan tadi, padi mempunyai beberapa jenis yang dikelompokkan menjadi beberapa kategori yakni.

Jenis-Jenis Padi Berdasarkan Varietasnya

Berdasarkan varietasnya komponen teknologi merupakan salah satu faktor penting yang memiliki kontribusi cukup besar dalam meningkatkan pendapatan dan produksi padi.

  1. Varietas Padi Lokal

Merupakan jenis varietas padi yang hanya khusus berada di tempat dan daerah tertentu. Karena jenis varietas padi membutuhkan spesifikasi khusus untuk bisa dibudidayakan serta tumbuh untuk dapat memproduksi padi.

Rasa dari padi lokal terbilang cukup enak, dan biasanya mengahasilkan produksi sekitar 7-8 ton per hektar.

Jenis-jenis padi lokal antara lain :

  • Andel jaran
  • Srimulih
  • Kulon Progo (Gropak)
  • Indramayu
  • Simenep
  • Marong
  • Gundelan
  • Merong
  • Ketan Lusi
  1. Varietas Padi Unggul

Jenis padi ini berada satu tingkat dibawah jenis varietas hibrida, dan juga dapat ditanam berkali-kali dengan kualitas yang sama.

Artinya hasil panen kedua dan seterusnya dari varietas ini dapat di jadikan benih dengan kualitas yang sama.
Harga benih jenis padi ini tidak semahal padi hibrida.

Sedangkan hasil produksi padi unggul bisa dikatakan baik. Sedangkan penghasilan produksi bisa mencapai 8-10 ton per hektar.

Jenis-jenis padi unggul antara lain :

  • Inpago 1-5
  • Inpara 1-8
  • Inpar 1-21
  • Inpari 31, 33, 34, 35 Salin Agritan
  1. Varietas Padi Hibrida

Kelebihan padi Varietas hibrida yakni potensi hasil panennya yang maksimal. Namun juga memiliki kekurangan yakni kualitas hasilnya akan jauh berkurang jika berasal dari tanaman turunannya.

Jenis-jenis padi hibrida antara lain :

  • Rokan
  • Intani 1 dan 2
  • Segera anak
  • SL 8 dan 11 SHS
  • Bernas prima
  • SEMBADA B3, B5, B8
  • Long ping

Jenis padi ini merupakan jenis varietas yang hanya sekali tanam. Kualitas padi hibrida bisa dibilang lebih bagus, dengan kualitas butiran nasi yang lebih wangi dan pulen.

Jenis-Jenis Padi Berdasarkan Tipe Beras Yang Dihasilkan

Jenis-jenis padi berdasarkan tipe beras yang dihasilkan dan tekstur butirannya. Padi memiliki banyak jenis benih bahkan tingkat produksinya.

  1. Padi Ketan

Yang pertama yakni padi ketan, teksturnya lebih lengket dari pada nasi, sehingga oleh kebanyakan orang ketan tidak dijadikan makanan pokok.

Terdapat beberapa varian padi ketan antatara lain :

  • Ketan merah
  • Ketan putih
  • Ketan hitam
  1. Padi Pera

Pera sendiri memiliki arti, nasi yang memiliki tekstur sedikit keras. Artinya padi pera adalah padi yang ketika dimasak tekstur nasi yang dihasilkan menjadi pera atau sedikit keras.

Padi jenis ini lebih banyak ditemukan di daerah Sumatera Barat dan Riau. Padi ini populer sebagai bahan utama pembuatan bihun dan tepug beras.

Contoh jenis padi pera antara lain :

  • Inpari 12 (amilosa 26,4%)
  • Inpara 1 dan 3 (amilosa 27,9%)
  • Hipa 4 ( 24,7%)

Kadar amilosa padi pera yakni diatas 25%

  1. Padi Wangi

Jenis padi ini memiliki kriteria dan tekstur seperti padi pada umumnya, hanya saja yang membedakan jenis padi ini memiliki aroma yang wangi dan harum.

Contohnya seperti padi Pandawangi.

  1. Padi Pulen

Jenis padi yang satu ini bisa dibilang jenis yang paling sering dikonsumsi. Karena padi yang dihasilkan memiliki tekstur yang nasi yang pulen alias sedikit lengket setelah dimasak.

Contoh padi pulen yakni Inpari 13, Ciherang, dan IR64.

Kadar amilosa padi pulen yakni dibawah 25%

Jenis-Jenis Padi Berdasarkan Kelas Benihnya

Terdapat beberapa kelas benih dari padi, biasanya ditandai dengan beberapa label warna. Label tersebut mempunyai fungsi sebagai pengelompokan benih berdasarkan kualitasnya.

  1. Benih Penjenis (BS/Breeder Seed/Label Kuning)

Benih yang dikembangkan supaya tahan terhadap hama, dan disesuaikan terhadap lahan daerah tertentu.
Benih jenis ini diproduksi dan diawasi langsung oleh pemulia tanaman atau instansi terkait.

  1. Benih Dasar (FS/Foundation Speed/Label Putih)

Untuk bisa di produksi, benih ini memerlukan izin serta sertifikat khusus oleh Balai Pengawasan dan Sertifikat Benih.

Benih dasar merupakan keturunan pertama dari benih penjenis. Diproduksi dengan pengawasan yang ketat oleh instansi tertentu.

  1. Benih Pokok (SS/Stock Speed/Label Ungu)

Benih yang dipelihara dan diproduksi sedemikian rupa sehingga tingkat kualitas, standart mutu dan kemurnian varietasnya yang sudah ditetapkan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih.

Benih pokok (BP) merupakan keturunan dari jenis benih dasar.

  1. Benih Sebar (ES/Extention Seed/Label Biru)

Benih yang diproduksi dan dipelihara sedemikian rupa, untuk tujuan menjaga kemurnian dan identitas varietas bisa dipelihara dengan baik.

Benih sebar (BR) merupakan keturunan dari benih pokok.

Jenis-Jenis Padi Berdasarkan Cara Budidayanya

Jika dilihat dari cara budidayanya, jenis-jenis padi ada dua. Yakni, padi rawa dan padi gogo.

  1. Padi Rawa

Cara budidaya padi ini yang sering kita jumpai di beberapa daerah di Indonesia. Padi rawa merupakan padi yang sering ditanam di area persawahan.

Padi ini memerlukan irigasi yang konsisten dengan air yang mengalir.

  1. Padi Pogo

Jenis padi pogo tidak sama dengan jenis padi lain yang umumnya ditanam di area persawahan. Padi ini biasanya ditanam di kebun atau ladang, serta mempunyai kelebihan yakni, tidak memerlukan irigai khusus.

Biasanya pada lahan pengembangan padi gogo diterapkan sitem tanam tumpang sari. Artinya, bisa ditanam bersandingan dengan tanaman produksi lainnya, seperti jagung atau singkong.

Untuk lebih jelasnya tentang tata cara budidaya padi bisa dilihat di bawah ini.

Cara Menanam Dan Budidaya Padi

Nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat yang tinggi. Masyarakat Indonesia sebagian besar menjadikan nasi sebagai makanan pokok setiap harinya.

Seiring berkembangnya waktu jumlah penduduk di Indonesia setiap tahun bertambah. Maka dari itu tentunya kebutuhan nasi yang diperlukan semakin banyak.

Tentunya peluang untuk budidaya tanaman padi semakin besar. Oleh sebab itu, disini kita akan mempelajari cara menanam padi dan cara membudidayakannya agar mengahasilkan beras yang berkualitas.

Berikut cara budidaya tanaman padi bagi pemula agar menghasilkan beras yang berkualitas dan hasil panen melimpah.

Pengolahan Tanah

Langkah pertama yaitu, pilih lahan yang memiliki sumber air yang cukup dan juga memiliki hawa panas.

  • Bersihkan lahan tersebut dari rumput liar dan tanaman penggangu lainnya.
  • Kemudian aliri lahan dengan air, agar memudahkan saat proses pembajakan untuk mendapatkan tektur tanah yang gembur dan lunak.
  • Proses pembajakan bisa menggunakan traktor, ataupun menggunakan alat bajak tradisional yang menggunakan tenaga sapi atau kerbau.
  • Setelah proses pembajakan selesai genangi lahan tersebut hingga ketinggian air mencapai 5-10 cm. Kemudian diamkan air tersebut selama kurang lebih 1 minggu untuk mendapatkan tekstur tanah yang pas dan bagus dan juga untuk menetralisir hama rumput liar dan tanaman penggangu lainnya.

Pemilihan Bibit Uggul

Setelah mempersiapkan lahan yang akan kita gunakan sebagai tempat budidaya. Langkah selanjutnya yakni, memilih bibit yang baik dari jenis bibit unggul.

Jenis bibit unggul biasanya saat di rendam dengan air akan berkecambah hampir 90% dari bibit tersebut.

Cara mengetahui jenis bibit yang dikategorikan bibit unggul yakni dengan cara :

  • Rendam benih padi didalam air sesuai lahan yang akan kita akan tanam kurang lebih selama 2 jam.
  • Kemudian letakkan benih yang sudah kita rendam tadi diatas kain yang sudah dibasahi, kemudian hitung jumlah benih yang berkecambah dengan yang tidak.
  • Jika perbandingannya lebih banyak yang berkecambah, maka benih tersebut dapat dikategorikan bibit unggul

“semakin banyak bibit yang berkecambah makan bibit tersebut semakin bagus.”

Persemaian/Nguret

Kemudian setelah memilih bibit yang akan digunakan selanjutnya ialah proses persemaian atau nguret.

Proses ini ialah menanam padi ataupun menyemaikan padi pada lahan kecil ataupun dipinggir lahan yang akan kita gunakan.

Dengan cara menaburkan benih secara merata di atas bidang kecil, untuk tempat penyemaian sekitar 500 m2 untuk satu hektar lahan.

Tahapan Menanam padi

Tahap selanjutnya setelah proses persemaian selesai yakni proses penanaman padi. Kemudian memindahkan tanaman padi yang sudah disemaikan ke lahan yang akan kita tanami.

Adapun langkah-langkah dan tata cara menanam padi adalah sebagai berikut :

  • Memastikan bibit yang sudah siap tanam, cirinya yakni bibit yang sudah melewati masa persemaian kurang lebih dua minggu (idealnya 12 hari), dan baru berdaun dua sampai tiga helai.
  • Selanjutnya cara menanam padi, yakni ada dua cara modern (menggunakan mesin) maupun tradisional menggunakan tangan.

Jika menggunakan cara yang kedua idealnya dalam satu lubang tidak lebih dari 2 bibit tanaman saja.

  • Mengatur jarak antara bibit satu dan yang lain, agar akar dapat tumbuh sempurna.

Sebaiknya penanaman padi dalam satu tahun, dilakukan pada bulan Oktober dan pada pertengahan bulan April.

Proses perlindungan dan pembersihan hama

Proses ini merupakan bagian terpenting, pembersihan hama sperti rumput liar dan tanaman pengganggu lainnya dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas hasil padi yang kita dapatakan.

Pembersihan dapat dilakukan ketika padi msudah berusia 3 minggu, dan berikutnya dilakukan rutin setiap 2 minggu sekali sampai padi mulai berbuah.

Selain dibersihkan manual, padi juga harus diberikan semprotan pestisida untuk mencegah hama ulat atau wereng dan juga hewan hama lainnya.

Pemberian Pupuk

Untuk menghasilkan padi yang berkualitas bagus dan juga tentunya hasil panen yang melimpah, kita harus rutin memberikan pupuk baik organik maupun anorganik.

Pemberian pupuk tentunya agar dapat membantu tanaman padi tumbuh secara maksimal. Adapun cara pemberian pupuk yakni sebagai berikut :

  • Tahapan pertama, yakni saat berusia 7-15 hari. Jenis pupuk yang digunakan yakni pupuk jenis Urea dan TSP dengan dosisi 100:50 Kg/Hektar
  • Tahap kedua, anda lakukan saat tanaman berusia 25-30 hari. Jenis pupuk yang dapat anda gunakan yakni Urea dengan dosis 50 Kg/Ha, dan phonska 100 Kg/Ha.
  • Tahap terakhir, yakni saat tanaman padi berumur 40-45 hari. Anda tetap menggunakan jenis pupuk yang sama, yakni pupuk Urea ditambah Za dengan dosis 50:50 Kg/Ha.

Baca juga Perbedaan pupuk organik dan anorganik

Masa Panen

Setelah melakukan beberapa proses diatas, dan juga telah melewati waktu yang cukup lama tiba saatnya yang ditunggu, Yakni masa panen.

Proses memanen padi umumnya, dilakukan dengan sabit dan menggunakan alat seperti kayu untuk memisahkan butiran padinya. Namun seiring berjalannya waktu inovasi mesin panen padi bermunculan.

Adapun tanda-tanda padi sudah siap di panen antara lain :

  • Gabah sudah berwarna kuning
  • Buah padi telah terlihat menunduk mirip seperti huruf U yang terbalik, itu menandakan buah padi sudah terisi dengan butiran padi.

Demikian pembahasan tentang jenis-jenis padi dan juga cara budidaya padi. Semoga artikel ini menjadi bermanfaat dan menjadi berkah serta pahala yang mengalir untuk kita semua.

Baca juga artikel lainnya Kementan Temukan 5 Jenis Bibit Padi Unggul Baru