Metagenesis Tumbuhan Lumut dan Penjelasannya

Apa itu metagenesis? Seperti apa skema metagenesis tumbuhan lumut?

Nah pada kesempatan kali ini penulis akan menjelaskan tentang proses pertumbuhan lumut. Pada artikel sebelumnya kita telah membahas menegenai metagenesis tumbuhan paku.

Untuk itu pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai proses, ciri, jenis dan perbedaan dari metagenesis tumbuhan lumut.

Mari kita simak pembahasan berikut ini!

Pengertian Metagenesis

Metagenesis adalah pergantian atau pergiliran keturunan antara fase sporofit dan gamatofit. Pora adalah alat reproduksi pada fase sporofit.

Sebelum terbentuk spora, terjadi sebuah proses pembentukan gamet dan fertilasi (fase gametofit).

Metagenesis ini di alami oleh tumbuh-tumbuhan seperti lumut dan pada tumbuhan paku. Tumbuhan yang sering kamu lihat adalah generasi sporofit.

Metagenesis Tumbuhan Lumut Daun (Pteridophyta)

Berikut ini merupakan skema metagenesis tumbuhan lumut, diantaranya:

Dari skema proses metagenesis tumbuhan lumut di atas, dapat kita simpulkan bahwa spora adalah bentuk awal pada tumbuhan lumut, serta siklus hidup lumut.

Kemudian setelah spora, yakni protonema (lumut muda) yang berjumlah banyak dan akan membentuk gametofit yang tumbuh sebagai lumut dewasa.

Kemudian setelah lumut dewasa, akan terdapat bagian arkegonium yakni sel telur dan anteridium yakni spermatozoid.

Kedua sel ini akan bertemu dan membentuk zigot-zigot dalam jumlah tertentu dan selanjutnya akan membentuk spora.

Pada proses skema tumbuhan lumut akan terus berputar sperti itu. Pada tahap protoema banyak yang tidak dapat bertahan hidup karena beberapa faktor, akan tetapi banyak juga yang bertahan hidup hingga akhir.

Ciri-Ciri Umum Tumbuhan Lumut

  • Berhabitat di tempat lembab (lantai dasar hutan, di pohon, tembok, sumur dan permukaan baru bata).
  • Mempunyai akar serabut yakni Rhizoid (akar semu) sebagai pelakat dan Koloni lumut (seperti beledu dan lembaran).
  • Tidak memiliki sistem pembuluh pengangkut.
  • Vegetataif pembentukan gemma, penyebaran spora, dan fragmentasi.
  • Generatif peleburan dua gamet.
  • Jenis tumbuhan lumut yang sering kita jumpai merupakan fase gametofit.

Jenis Tumbuhan Lumut

Lumut Daun (Bryopsida)

Lumut daun atau lumut sejati atau juga sering dikenal dengan nama lain yakni musci adalah salah satu anggota dari tumbuhan yang tidak berpembuluh dan tumbuhan berspora, yang termasuk dalam superdivisi tumbuhan lumut atau bryophyta.

Tumbuhan ini disebut sebagai lumut sejati, karena bentuk tubuhnya seperti tumbuhan kecil yang mempunyai akar (rizoid), batang, dan juga daun.

Lumut daun adalah tumbuhan kecil yang memiliki batang semu dan tumbuhnya tegak. Jenis lumut ini juga tidak menempel pada substratnya, melainkan memiliki rizoid yang menempel pada tempat tubuhnya.

Contoh species lumut daun yang terkenal adalah lumut gambut atau sphagnum sp.

Lumut daun ini merupakan kelompok lumut terbanyak jika dibandingkan dengan jenis lumut lainnya, yakni sekitar 10.000 species. Kurang lebih terdapat sekitar 12.000 jenis lumut daun yang berada di alam ini.

Ciri-ciri dari lumut daun:

  • Pada lumut daun memiliki akar (rizoid), dan juga daun sederhana.
  • Banyak dijumpai tumbuh di permukaan tanah, bebatuan, tembok, hingga kulit kayu.
  • Tampilannya mirip hamparan tepal menyerupai beludru dan hidup berkelompok.

Lumut Hati (Hepaticopsida)

Lumut hati adalah suatu tumbuhan yang bertalus dan mempunyai bentuk yang mirip lembaran, pipih, serta berlobus dan mirip seperti bentuk hati.

Tumbuhan yang ermasuk kedalam keluarga hepatophyta ini tidak mempunyai bunga, namun dapat memproduksi sepora yang dihasilkan dalam bentuk kapsul yang kecil.

Lumut hati ini diperkirakan sebagai tanaman pertama yang mengalami proses transisi dari laut menuju kedarat.

Adapun manfaat dari tumbuhan lumut hati ini dapat digunakan sebagai tindakan pertolongan pertama jika terkena gigitan ular.

Klasifikasi tumbuhan lumut hati ini terdiri dari kurang lebih 8.500 spesies yang dapat dijumpai di seluruh dunia mulai dari atlantik hingga ke tropis.

Ciri-ciri dari lumut hati:

  • Lumut hati sebagian besar tidak mepunyai daun, namun sebagian ada jugan mempunyai daun.
  • Mempunyai bentuk tubuh yang mirip lembaran, berlobus dan pipih mirip seperti halnya bentuk hati.
  • Banyak dijumpai di tanah yang lembab, terutama pada wilayah hutan hujan tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi.
  • Tumbuh dengan mendatar dan menempel pada bebatuan atau pada tumbuhan lain dengan bantuan rizoid.
  • Mempunyai alat reproduksi yang berbentuk mirip dengan payung.
  • Metagenesis tumbuhan lumut hati.

Lumut Tanduk (Anthocerotae)

Lumut tanduk atau anthocerotopsida adalah anggota tumbuhan yang tidak berpembuluh dan tumbuhan bespora yang merupakan anggota dalam superdivisi tumbuhan lumut atau bryophyta.

Tumbuhan lumut ini biasa menempel di atas tanah dengan perantara rizoidnya. Pada bagian bawah talus, memiliki stoma dengan dua sel penutup.

Pada lumut tanduk memiliki talus yang sederhana dan hanya mempunyai sato kloroplas pada setiap selnnya.

Jenis lumut ini juga tidak jauh beda dengan jenis lumut hati, yang membedakan dengan dengan lumut hati adalah sporofitnya yang membentuk kapsul memanjang dengan hamparan gemotofinya seperti karpet yang lebar.

Ciri-ciri dari lumut tanduk:

  • Mempunyai sporofit yang berbentuk kapsul, serta gamelofit memangjang seperti karpet tebal.
  • Lumut tanduk hanya mempunyai satu family yakni, Anthocerotaceae.
  • Mempunyai sporangium yang tidak bertangkai seperti, tanduk yang panjangnya sekitar 10-15 cm.

Perbedaan Metagenesis Tumbuhan Lumut dan Paku

Antara proses pertumbuhan lumut dan paku hampir sama dan nyaris tidak ada perbedaan antara kedua tumbuhan ini.

Namun, pada kesempatan kali ini penulis akan menjelaskan sedikit perbedaan proses metagenesis tumbuhan paku dan lumut.

Berikut ini perbedaan dari kedua jenis tumbuhan ini, yaitu:

  • Gametofit umumnya pada tumbuhan lumut labih lama dan juga lebih dominan dari pada sporogonium, sedangkan gametofit pada tumbuhan paku umumnya jauh lebih pendek jika dibandingkan sporofitnya.
  • Tumbuhan paku adalah salah satu contoh tumbuhan berspora yang memiliki kromosom diploid yang dikarenakan berada pada bagian bawah, hal ini berasal dari zygot yang merupakan hasil pertemuan dua sel kelamin dinatara tumbuhan itu sendiri.
  • Sedangkan pada tumbuhan lumut, kromosom diploid berada pada bagian atas skema yang terbentuk dari perkembangan spora lumut itu sendiri. Serta dilain itu bersifat pembelahan reduksi atau secara miosis.
  • Pada metagenesis tumbuhan lumut tidak menghasilkan spora. Sedangkan pada metagenesis tumbuhan paku menghasilkan spora dengan ukuran dan bentuk yang sama serta tidak dapat dibedakan antara jenis kelamin betina dan jantannya.
  • Alat pengatur keluarnya spora di lumut berupa gigi peristome sedangkan di paku berupa anullus.
  • Pada tubuh dari tumbuhan belum memiliki berkas pengangkut xilem dan floem , namun pada tumbuhan paku sudah memiliki xilem dan floem. Sehingga lumut tergolong Non tracheophyta namun pada tumbuhan paku tergolong Tracheophyta.
  • Pada lumut daun tidak dijumpai spora sedang dipaku terlihat ada sporanya ( sporofil) , pada daun paku ketika masih muda menggulung.
  • Pada tumbuhan lumut, yang memiliki peran sebagai generasi gematofit adalah tumbuhan lumut.
  • Sedangkan pada tumbuhan paku, yang berperan sebagai generasi gametofit adalah protalium.
  • Pada tumbuhan lumut, yang memiliki peran sebagai generasi sporofit adalah sporogonum.
  • Sedangkan pada tumbuhan paku yang memiliki peran sebagai generasi sporofit adalah tumbuhan paku.

For Your Information!

Setelah kita mengamati beberapa perbedaan antara metagenesis tumbuhan lumut dan tumbuhan paku di atas. Maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa perbedaan anatara kedua tumbuhan ini adalah sebagai berikut:

Tumbuhan lumut

  • Protonema
  • Gametofit
  • Osmosis dan difusi jaringan
  • Rizoid

Tumbuhan paku

  • Bakal tumbuhan : Protalium
  • Fase dominan : Sporofit
  • Perolehan nutrisi : Berkas pembuluh
  • Perakaran : Serabut, rizoma

_

Nah itu tadi pembahasan mengenai proses metagenesis yang di alami oleh tumbuhan lumut. Semoga apa yang dituliskan oleh penulis kali ini bisa membantu serta dapat dijadikan sebagai referensi kita kedepannya.

Sampai disini dulu pembahasan kali ini. Sekian Terima Kasih.