5 Jenis Pakan Ternak Untuk Sapi Agar Cepat Gemuk

Umumnya bagi para peternak sapi, hal yang harus diperhatikan dalam beternak sapi adalah dari jenis pakan ternak yang bagus untuk sapi.

Mengingat ternak sapi menjadi bisnis yang sangat menggiurkan serta menguntungkan jika ditekuni dan dijalani dengan sungguh-sungguh.

Nah bagi kalian para pemula, alangkah baiknya jika mengenal terlebih dahulu jenis pakan serta cara pemberian pakan yang benar.

Pada artikel kali ini penulis akan menjelaskan tentang, jenis serta cara pemberian dan pembuatan pakan ternak untuk jenis sapi potong. Berikut ulasannya!

Pakan Ternak Untuk Sapi

Pada dasarnya pakan ternak sapi yang bagus adalah yang takarannya pas serta sesuai dengan komposisi untuk pakan ternak sapi potong.

Sejatinya kebutuhan takaran pakan untuk sapi potong per hari 10-12 % pakan kasar dan 1-2 % pakan penguat.

Pada dasarnya jenis pakan untuk ternak sapi terbagi atas tiga jenis, anatara lain:

Pakan Kasar (Hijauan)

Hijauan atau pakan kasar merupakan bahan pakan utama ternak sapi penggemukkan, biasanya dari tumbuhan serta dapat berupa rumput baik itu rumput unggul, rumput lapangan dan sebagian jenis leguminosa.

Dalam pemberian pakan kasar untuk ternak dapat diberikan dengan memberikan rumput unggul (Baca di bawah tentang jenis rumput unggul).

Hal ini perlu dilakukan karena ketersediaan sangat dipengaruhi oleh musim dan semakin terbatasnya padang pengembalaan disamping itu nilai gizi yang dikandung sangat rendah.

Pakan Fermentasi

Pakan fermentasi adalah jenis pakan ternak hasil dari proses amoniasi, atau sering juga disebut sebagai peragian/pemerana.

Pembuatan pakan fermentasi ini, bertujuan untuk memaksimalkan pengawetan kandungan gizi pada pakan hijauan ataupun bahan pakan lainnya, dalam waktu yang lama.

Jika menggunakan jenis pakan fermentasi, maka penyediaan pakan ternak akan lebih efektif serta efisien.

Adapun ciri-ciri dari pakan untuk sapi ternak fermentasi yang sudah jadi, seperti ada peningkatan suhu, ada perubahan warna, dan menjadi lebih lapuk/empuk.

Adapun fermentasi pakan ternak yang populer saat ini yakni dengan proses fermentasi pakan ternak sapi dengan em4.

Makanan Penguat (Konsentrat)

Konsentrat merupakan campuran dari beberapa bahan pakan untuk melengkapi kekurangan gizi dari hijauan makanan ternak.

Pakan ternak sapi konsentrat, terdiri dari bahan pakan dengan kandungan serat kasar rendah dan mudah dicerna berasal dari biji-bijian, hasil ikutan/limbah pertanian dari pabrik pengolahan hasil pertanian dan bahan berasal dari hewan seperti tepung ikan, tepung darah dan lain-lain.

Pakan Tambahan (Feed Suplement)

Pakan tenak tambahan merupakan pakan tambahan yang berguna untuk merangsang pertumbuhan, mencegah penyakit dan melengkapi ransum pakan ternak.

Terdiri antara lain campuran vitamin dan mineral contoh : Premix A, Premix B, Mineral B12 dan lain-lain.

Artikel terkait tentang: 5 Cara Membuat Pupuk Kompos dari Kotoran Sapi

Jenis Pakan Untuk Ternak Sapi

Sapi termasuk jenis ternak ruminansia, yang sesuai dengan kemampuan sistem pencernaan sapi dapat mengkonsumsi lebih banyak pakan, jika dibandingkan dengan jenis ternak unggas.

Adapun beberapa jenis pakan ternak untuk sapi mulai dari rumput, hingga pakan ternak sapi selain rumput, antara lain:

Jenis Pakan dari Tumbuhan

  1. Rumput-Rumputan

Jenis pakan ini merupakan, pakan yang sering kali diberikan oleh para peternak sapi untuk ternak mereka.

Biasanya dapat berupa rumput liar (lapangan) atau rumput unggul yang sengaja ditanam untuk dijadikan pakan untuk sapi.

Adapun jenis rumput pakan ternak sapi antara lain:

  • Rumpu gajah
  • Rumput raja atau King grass (Pennisetum purpupoides)
  • Rumput setaria (Setaria spachelata)
  • Rumput brachiaria (Bhachria brizantha)
  • Rumput benggala (Panicum maximum)
  • Rumput Meksiko (Euchlaena Mexicana)
  • Rumput signal (Brachiaria decumbens)
  • Rumput australia (Paspallum dilatatum)
  • Rumput kolonjono
  • Rumput kongo
  1. Daun-Daunan

Selanjutnya pakan untuk ternak adalah daun, jenis pakan ini mengandung protein dan zat kapur yang tinggi dapat digunakan untuk pakan ternak ruminansia.

Diantara jenis daun yang sudah cukup dikenal antara lain:

  • Daun turi
  • Daun lamtoro
  • Daun kacang tanah
  • Daun kedelai
  • Daun kacang panjang
  • Daun gamal
  • Daun kaliandra
  1. Umbi-Umbian

Umbi-umbian dapat diberikan kepada ternak karena selain mengandung protein, vitamin, juga mengendung pati sehingga mudah dicerna.

Umbi yang akan diberikan sebaiknya sisa yang tidak dapat dikonsumsi oleh manusia seperti ubi jalar, ubi kayu yang sudah tua dan berserat atau terlalu lama dalam penyimpanan, kentang yang telah keluar tunas-tunasnya dan berbecak hitam dan umbi talas.

Untuk tanaman ubi jalar, ubi kayu dan talas sebelum diberikan diberikan kepada ternak sebaiknya dijemur dibawah sinar matahari atau direbus terlebih dahulu.

Jenis Pakan dari Limbah Pertanian

Jenis pakan ternak sapi yang lainnya juga bisa berasal dari limbah hasil pertanian, yang biasanya diperoleh dari hasil setelah panen

Berikut ini jenis pakan ternak limbah pertanian, antara lain:

  1. Jerami Padi

Pakan ini merupakan limbah hasil pertanian dari tanaman padi. Namun pemanfaatannya tidak terlalu banyak dikarenakan serat kasarnya yang terlalu tinggi.

  1. Jerami dari Jenis Kacang-Kacangan

Jerami ini mengandung serat kasar lebih rendah, serta memiliki protein yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan jerami padi.

  1. Jerami Jagung

Jika dibandingkan dari nilai gizinya, jerami jagung lebiih rendah dari jerami kacang-kacangan, akan tetapi masih unggul jika dibandingkan dengan jerami padi.

  1. Jerami Ubi-Ubian

Jenis ubi yang sering dikenal yaitu ubi kayu dan ubi rambat, kandungan gizinya juga dinilai lebih baik jika dibandin jerami jika sudah musim kemarau.

  1. Limbah Tanaman Lainnya

Adapun jenis limbah tanaman yang bisa dijadikan sebagai pakan ternak sapi potong, antara lain:

  • Kulit buah nanas (diberikan 15% dari jumlah pakan)
  • Biji pepaya (diberikan 15% dari jumlah pakan)
  • Bungkil kelapa sawit karet (diberikan 20% dari jumlah pakan)

Limbah ini bisa dapat diberikan langsung kepada ternak, namun tidak di anjurkan jika dijadikan makanan pokok.

Jenis Pakan dari Limbah Industri

Makanan sapi selain rumput selanjutnya, yakni pakan yang berasal dari hasil limbah industri pertanian. Adapun jenis pakan ternak dari hasil industri, antara lain:

  1. Dedak Padi

Dedak pada dasarnya, sering digunakan sebagai pakan sumber energi bagi ternak rumanansia yang pemberiannya disertai dengan hijauan makanan ternak.

  1. Bungkil Kelapa

Bungkil kelapa banyak digunakan karena mudah ditemui dan harganya lebih murah, walaupun kadar proteinnya lebih randah dibandingkan dengan bungkil lainnya, tetapi daya cerna zat-zat lainnya cukup tinggi.

  1. Bungkil Kedele

Bungkil Kedele Merupakan bahan pakan yang paling baik untuk ternak, mudah dicerna kadar proteinnya tinggi dan kaya akan asam amino essensial dan bila dikombinasikan dengan jagung akan menghasilkan pakan yang baik untuk ternak.

  1. Onggok

Onggok ini biasanya diperoleh dari hasil pembuatan tepung tapioka, dan biasanya digunakan sebagai sumber karbohidrat untuk ternak sapi.

  1. Ampas Kecap

Selanjutnya, pakan ternak dari limbah industri adalah hasil dari limbah pembuatan kecap, yang memiliki kandungan protein yang tinggi.

  1. Ampas Tahu

Terakhir, yakni dari hasil limbah industri pembuatan tahu yang memiliki kandungan protein, lemak, kalsium, dan fosfor yang tinggi seperti halnya ampas kecap.

Cara Membuat Pakan Ternak Sapi

Setelah kita dapat menyiapkan bahan dan alat untuk melakukan proses fermentasi pakan sapi. Langkah selanjutnya, yakni melakukan pembuatan fermentasi pakan ternak.

Berikut adalah langkah-langkah pembuatan fermentasi pakan :

  1. Cacah jerami terlebih dahulu
  2. Layukan jerami dengan cara diangin-anginkan dibawah sinar matahari hingga kadar airnya menurun sebanyak 60% atau selama satu hari.
  3. Tumpuk jerami setebal 20-30 cm.
  4. Tebarkan molases, serta suplemen organik cair GDM spesialis ternak dan air secara merata dan terus tambahkan secukupnya.
  5. Ratakan semua bahan hingga terasa lembab namun tidak terlalu basah. Pastikan juga teksturnya sudah sesuai, kemudian ratakan hingga merata.
  6. Selanjutnya tumpuk kembali jerami yang sudah lembab dengan jerami baru, kemudian perlakukan hal yang sama dengan sebelumnya. Lakukan hal yang serupa hingga tumpukan jerami mencapai ketinggian 1,5 meter.
  7. Jika jerami sudah siap, kemudian simpan jerami untuk difermentasi selama 21 hari secara tertutup. Usahakan tidak ada udara yang dapat masuk kedalam campuran jerami agar tidak terjadi kontaminasi bakteri lain dari udara. Karena proses ini adalah proses anaerob.

Jika proses penyimpanan sudah 21 hari, kalian sudah boleh mengambil pakan fermentasi yang sudah siap.

Setelah mengambil pakan fermentasi sesuai kebutuhan, jangan lupa untuk menutup rapat agar kualitas pakan fermentasi tetap baik. Pakan fermentasi ini dapat disimpan selama berbulan-bulan selama penyimpanannya baik.

Nah itu tadi pembahasan tentang jenis pakan ternak untuk sapi potong. Ternyata begitu banyak bahan-bahan lain disekitar yang dapat dijadikan pakan untuk hewan ternak terutama untuk sapi. Sampai disini dulu pembahasan kali ini, terima kasih.