9 Jenis Sapi Terbesar di Dunia Berukuran Monster

Sapi terbesar di dunia – Selain menjadi salah satu hewan ternak yang dipelihara dan dibudidayakan untuk berbagai keperluan.

Hewan yang satu ini memang memiliki banyak manfaat, mulai dari daging, kulit, susu, dan lain-lainnya.

Ukuran sapi berbeda-beda, tergantung jenisnya. Jenis sapi yang sering dimanfaatkan untuk dikonsumsi dagingnya disebut dengan sapi potong.

Sementara itu, jenis sapi lainnya dikembangbiakkan secara khusus dengan tujuan untuk di ambi susu dan juga dagingnya yaitu sapi perah dan sapi potong.

Sudah sejak lama, usaha ternak sapi sebagai komoditas terbilang cukup menguntungkan. Apalagi, ditambah dengan banyaknya permintaan dan kebutuhan konsumsi akan daging sapi menjelang Hari Raya Idul Adha yang terus meningkat, tentu bisnis ini sangat diminati.

Nah pada artikel kali ini penulis akan menyajikan jenis sapi potong dan sapi perah terbesar serta yang menghasilkan susu yang banyak serta berkualitas.

Jenis Sapi Terbesar di Dunia

1. Sapi Chianina

Sapi Chianina yang merupakan sapi terbesar di dunia. Jika dibandingkan dengan sapi-sapi lain, Chianina memiliki postur paling proporsional, yakni tinggi dan besar.

Sapi berwarna putih itu berasal dari Kota Tuscany, Italia. Ia bisa tumbuh hingga bobot 1740 kilogram dengan tinggi 200 sentimeter.

Untuk mendapatkan postur badan yang gemuk pada sapi kita, alangkah baiknya jika memperhatikan jenis pakan yang harus di perhatikan dalam artikel ini.

2. Sapi Simental

Jenis sapi terbesar di dunia selanjutnya adalah sapi simental. Sapi jeni ini merupakan bangsa Bos taurus serta mulai muncul pada abad pertengahan di eropa, khususnya di negara asalnya Switzerland.

Sapi ini pertama muncul karena persilangan dari jenis sapi jerman yang berperwakan besar dan sapi Swiss yang memiliki bobot lebih kecil.

Hingga saat ini sapi jenis ini telah menyebar luas di seluruh dunia dengan jumlah sekitar 50-60 juta ekor yang sebagian besar menyebar cepat di benua eropa, seperti halnya Italia dab Rusia.

Sapi betina jenis simental rata-rata akan memiliki tinggi sekitar 135cm – 150cm dengan berat 900kg serta tingginya rata-rata 150cm – 160cm pada sapi jantan dengan berat 130kg pada sapi jantan dewasa.

Di Indonesia sapi jenis ini juga tak kalah populer dengan jenis sapi lain, banyak restaurant besar yang mengimport daging sapi simmental hanya untuk diambil dagingnya.

Sapi simental memiliki bentuk tubuh yang kekar dan berotot, dan juga sangat cocok jika dipelihara di tempat dengan iklim sedang.

3. Jenis Sapi Brahman

Sapi brahman atau sapi brahma merupakan jenis sapi yang berasal dari India serta merupakan keturunan sapi zebu atau Bos indiscuss.

Sapi brahman pertama masuk ke Amerika Serikat pada tahun 1849, dan mulai dikembangkan mutu gentiknya dan kemudian mulai diekspor ke berbagai negara.

Jenis sapi ini mulai menyebar ke Australia dan kemudian mulai masuk ke Indonesia pada masa kolonial Belanda.

Adapun ciri-ciri sapi brahman, antara lain:

  • Memiliki ciri telinga yang panjang serta menggantung dan berujung runcing.
  • Berpunuk besar dan berkulit longgar.
  • Memiliki gelambir di bagian bawah lehernya.
  • Memiliki perut lebar dengan banyak lipatan-lipatan.

Keunggulan sapi brahman, antara lain:

  • Merupakan jenis sapi potong terbaik untuk dikembangkan.
  • Tidak terlalu selektif terhadap makanannya, jenis apapun akan dimakannya.
  • Lebih kebal terhadap gigitan caplak serta nyamuk.
  • Serta tahan terhadap cuaca panas.

Di negara lain seperti Australia, sapi jenis ini sering kali kerap disilangkan dengan sapi dari bangsa lain seperti simmental, hereford, dan limousin.

Sapi ini berada di urutan ketiga sebagai sapi terbesar di dunia.

4. Sapi Limousine/Limosin

Sapi limousine atau limosin pertama kali dikembangkan di Prancis dan merupakan bangsa dari Bos taurus.

Secara genetika, sapi limosin merupakan jenis sapi potong yang berasal dari wilayah yang beriklim dingin.

Di Indonesia, sapi ini seringkali kerap di silangkan dengan sapi peranakan ongole, brahman, atau hereford. Sapi ini menduduki peringkat ke empat sebagai sapi terbesar di dunia.

Ciri-ciri sapi limosin, antara lain:

  • Memiliki bulu berwarna cokelat tua kecuali di sekitar ambing yang berwarba putih.
  • Berwarna lebih muda pada lutut ke bawah dan sekitar mata.
  • Memiliki tubuh yang berukuran besar, padat, panjang dan kompak.
  • Mempunyai volume rumen yang besar.
  • Mempunyai kemampuan menambah konsumsi di luar kebutuhan yang sebenarnya.

Adapun keunggulan jenis sapi limosin, antara lain:

  • Memiliki kualitas daging yang dinilai lebih lezat.
  • Lebih tahan terhadap serangan berbagai macam penyakit, terutama antraks.
  • Merupakan tipe sapi pedaging dengan perototan yang lebih baik dari simental.

Meski memiliki harga yang mahal, akan tetapi dari hari ke hari permintaan hasil ternak dari jenis sapi limosin terus meningkat.

5. Sapi Angus

Sapi angus awalnya berasal dari Skotlandia dan berkembang di beberapa negara eropa termasuk Inggris dan Australia.

Namun belakangan ini jenis sapi aberdeen banyak ditemukan di Amerika sebagai sapi ternak, dan tercatat ada sekitar 323.000 sapi jenis ini yang diternakan di Amerika Serikat.

Adapun ciri-ciri dari sapi jenis ini, antara lain:

  • Memiliki ciri khas berwarna hitam.
  • Memiliki bobot yang besar.
  • Mempunyai kualitas daging yang baik.
  • Mempunyai daya tahan tubuh yang kuat

Sebuah survei di Amerika membuktikan bahwa jarang sekali sapi sapi jenis aberdeen angus sakit terkena cuaca buruk.

Sapi ini juga sering di sebut sebagai sapi banteng, karena ukuran badannya yang sangat besar dan berada di urutan kelima sebagai jenis sapi terbesar di dunia.

6. Sapi Brangus

Sapi brangus merupakan sapi yang berasal dari persilangan dua sapi yang memiliki genetika sangat bagus, yaitu sapi brahman dan sapi aberdeen angus.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya sapi brahma memiliki daya tahan tubuh yang bagus sehingga mereka tidak retan terhadap penyakit dan virus.

Sedangkan sapi aberdeen angus adalah jenis sapi yang terkenal dengan kualitas daging mentahnya.

Sapi jantan brangus bisa memiliki rata-rata bobot hampir sekitar 1800 pound – 2200 pound dan betina dewasa bisa memiliki bobot paling besar sekitar 1.200 pound.

Sapi ini di distribusikan paling banyak tersebar di Amerika Serikat, Australia, Argentina, Mexico dan beberapa bagian di Afrika.

7. Sapi Hereford

Sapi yang pertama kali dikembang biakan di daerah herefordsire inggris adalah jenis sapi yang sangat besar malah dahulu bobot sapi ini lebih besar dari keterunan hereford sekarang.

Bahkan tercatat seorang peternak sapi pernah memelihara sapi hereford dengan berat sebesar 3.900 pound atau sekitar 1,7 ton.

Meski begitu jenis sapi hereford masih memiliki berat ideal sekarang ini walaupun tidak sebesar dahulu, berat sapi hereford jantan dewasa bisa mencapai 1.800 pound dan rata-rata berat betina sekitar 1.200 pound.

8. Sapi Braford

Sapi braford adalah persilangan antara sapi brahma dan hereford sehingga sapi braford memiliki karateristik seperti kedua jenis indukannya yang sangat kuat.

Braford pertama kali diternak di Amerika khususnya di daerah florida yang memiliki iklim panas sama seperti iklim sapi brahma.

Selain di negara Amerika kini braford juga banyak diternak di daerah Queensland Australia sehingga kini daging braford banyak diimport ke negara Cina, Malaysia, Afrika Selatan dan Selandia Baru.

9. Beefalo

Sapi jenis beefalo merupakan persilangan antara sapi lokal amerika ( catallo ) dan binatang bison amerika yang memiliki bobot sangat besar sehingga menciptakan ras sapi berukuran besar.

Sapi beefalo diperkirakan memiliki daging lebih rendah lemak, rendah kolesterol jahat, dengan protein yang lebih tinggi dari daging sapi umum.

Kelebihan sapi beefalo yakni mereka memiliki kulit yang sangat tebal seperti bison sehingga mereka dapat beradaptasi dengan cuaca dingin yang ekstrim.

Jenis Sapi Potong Terbaik di Indonesia

1. Sapi Madura

Sesuai dengan namanya jenis sapi ini banyak ditemukan di Madura, dan merupakan jenis sapi potong asli Indonesia.

Pada awalnya sapi Madura terbentuk dari hasil persilangan antara banteng dengan Bos indicus atau sapi Zebu, yang secara genetik memiliki sifat toleran terhadap iklim panas dan lingkungan marginal serta tahan terhadap serangan campak.

Adapun karakterisitik sapi Madura, antara lain:

  • Bentuk tubuhnya kecil.
  • Memiliki kaki pendek dan dan kuat.
  • Bulu berwarna merah bata agak kekuningan.
  • Bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna putih dengan peralihan yang kurang jelas.
  • Memiliki tanduk khas dan pada jantannya bergumba, dan memiliki punuk.

Adapun beberapa keunggulan dari sapi Madura, antara lain:

  • Mudah di pelihara.
  • Sapi Madura terkenal mudah dalam berkembang biak.
  • Tahan terhadap berbagai penyakit.
  • Serta tahan terhadap pakan berkualitas yang rendah.
  • Terkenal tahan terhadap cuaca tropis.

Sapi Madura jantan selain digunakan untuk membajak sawah oleh sebagian petani dan juga sering di manfaatkan sebagai sapi pacuan atau “Karapan Sapi” yang merupakan aset pariwisata penting di Pulau Madura.

2. Sapi Bali

Sapi Bali merupakan jenis sapi yang identik dengan warna hitam pada sapi jantan serta berwarna merah bata pada sapi betina.

Sapi ini termasuk golongan sapi dengan bobot badan menengah, dan juga termasuk golongan sapi potong yang memliki kualitas daging yang tak kalah dengan jenis sapi lainnya.

Pada saat sapi ini dikebiri, sewaktu-waktu warna pada tubuh sapi jantan dapat berubah warna.

3. Sapi Ongole

Sapi ongole merupakan keturunan sapi liar Bos Indicus yang berhasil dijinakan di India. Namun di Indonesia sendiri, sapi ini memiliki dua kelompok, yakni sapi Ongole (SO) dan peranakan Ongole (PO).

Diantaranya jenis sumba ongole, yang merupakan keturunan murni sapi nellore dai India yang didatangkan tahun 1914.

Sapi sumba ongole ini dekembangkan murni di pulau Sumba dan menjadi sumber indukan sebagian besar ongole di dalam negeri.

Ciri khas sapi ongole, antara lain:

  • Berbadan besar dan bergelambir longgar.
  • Memiliki leher dan kepala pendek dengan profil melengkung, mata besar dengan sorot yang tenang.
  • Memiliki telinga yang panjang dan menggantung.
  • Memiliki tanduk yang pendek, tetapi pada sapi betina cenderung lebih panjang.
  • Berwarna hitam pada bagian kepala, leher, gelambir, dan lutut, terutama pada sapi jantan.
  • Memiliki kulit berwarna kuning dengan bulu putih atau kehitaman.
  • Kulit sekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku, dan bulu cambuk pada ujung ekor berwarna hitam.
  • Bobot maksimal sapi jantan dewasa sekitar 600kg dan betina 400kg.
  • Persentase karkas 45-58% dengan perbandingan daging serta tulang 4,25 : 1.

Namun sapi ongole merupakan jenis sapi yang lambat dalam proses pendewasaannya, biasanya mencapai dewasa pada umur 4-5 tahun.

Di beberapa daerah di luar pulau Jawa, sapi jenis peranakan ongole menjadi sapi dengan populasi terbesar kedua setelah Bali.

4. Sapi PO (Peranakan Ongole)

Sapi PO atau peranakan sapi ongole merupakan jenis sapi hasil persilangan antara pentan sapi sumba ongole dengan sapi lokal Jawa yang berwarna putih.

Karena saat ini banyak disilangkan dengan sapi jenis brahman, sapi PO yang murni saat ini mulai sulit untuk ditumakan.

Sapi jenis merupakan sapi lokal berwarna putih, berkelasa, dan memiliki gelambir. Sapi PO juga terkenal sebagai sapi pedaging dan pekerja dengan tenaga yang kuat.

Adapun ciri-ciri dari sapi PO antara lain:

  • Memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan.
  • Memiliki aktivitas reproduksi yang cepat.
  • Memiliki bentuk muka agak cembung serta pendek dengan lingkar mata berwarna hitam.
  • Memiliki moncong rata dan berwarna hitam
  • Bertanduk gelap serta melengkung ke belakang.
  • Tulang belikat besar, pusar pankang dan berwarna puith.
  • Posisi uyeng-uyeng yang tidak segaris lurus dengan posisi pusar.
  • Memiliki telinga yang berdiri, agak lebar, serta dapat bergerak dengan leluasa.
  • Lehernya panjang serta bergelambir dan berwarna putih tebal dari depan membelah dua.
  • Mempunyai bentuk punuk yang besar tegak serta menonjol ke belakang dan tidak jatuh.

Sapi PO yang baru lahir bisa mencapai berat hingga 28 kg.

5. Sapi Aceh

Sapi Aceh yang merupakan sapi khas dari daerah Aceh, sapi ini juga bukan varietas asli, melainkan kebanyakan karena hasil persilangan.

Jenis sapi Aceh merupakan hasil persilangan antara varietas bos sundaicus dengan varietas sapi zebu, yang mempunyai ciri berpunuk dan bergelambir yang dibawa oleh orang India jaman dahulu.

Adapun ciri-ciri dari sapi Aceh, antara lain:

  • Memiliki daya tahan tubuh yang kuat,
  • Mampu beradaptasi terhadap lingkungan tropis dengan sangat baik,
  • Bisa tetap hidup terhadap pakan kualitas jelek,
  • Kuat terhadap serangan kutu dan parasit
  • Memiliki produktivitas baik sehingga mudah untuk diternak.

Baca juga: 5 Cara Membuat Pupuk Kompos dari Kotoran Sapi

Jenis Sapi Perah

1. Frisian Holstein (FH)

Mendengar namanya saja kita pasti sudah familiar dengan sapi ini bukan. Benar saja sapi ini merupakan jenis sapi penghasil susu terbaik di dunia.

Frisian holstein menjadi sapi perah yang paling ikonik dan populer sehingga mudah dikenal. Sapi ini merupakan sapi keturunan sapi Eropa (Bos taurus).

Selain dikenal menghasilkan susu terbaik, jenis sapi frisian holstein juga dikenal sebagai penghasil susu terbanyak di dunia, karena mampu menghasilkan hingga 53 liter susu per hari jika di rawat dengan benar.

Selain dimanfaatkan hasil susunya, sapi frisian juga bisa dijadikan sapi potong, karena bobotnya cukup bagus.

Sapi betina jenis frisian mampu tumbuh hingga 675 kg sedangkan yang jantan hingga 900-1.000 kg.

2. Sapi Brown Swiss

Sapi brown Swiss atau American brown merupakan salah satu sapi yang memang khusus dibudidayakan sebagai sapi perah.

Jenis sapi ini merupakan jenis sapi yang jenisnya diturunkan dari braunvieh yaitu sapi pribumi asli Swiss yang banyak ditemukan di daerah pegunungan Alpin.

Sapi cokelat swiss sekarang menjadi sapi penghasil susu terbanyak kedua di dunia. Ini berarti sapi cokelat swiss hanya terpaut satu tingkat di bawah Frisian Holstein.

Porter et. al. (2016) menyebutkan bahwa pada 2013, volume susu yang dihasilkan oleh sapi cokelat swiss adalah 10.231 kg per tahun.

Dalam satu hari, sapi ini bisa menghasilkan sampai 30 liter susu per ekor. Selain itu, susu yang dihasilkan sangat cocok untuk membuat keju.

3. Sapi Ayrshire

Jenis sapi perah berikutnya yakni ayshire. Sapi ini berasal dari daerah Ayrshire di Skotlandia dan baru muncul sesudah tahun 1750.

Ukuran sapi ayrshire lebih besar jika dibandingkan dengan sapi jeryes dengan warna kulit variasi merah putih sampai coklat-putih.

Kelebihan sapi jenis ini yakni mampu mengonsumsi pakan kualitas rendah dan tahan terhadap cuaca.

Sedangkan untuk produksi susu dari sapi ayrshire mampu mencapi hingga 3500 liter per satu masa laktasi.

4. Sapi Jersey

Jenis sapi perah populer lainnya adalah sapi jersey. Sesuai dengan namanya sapi ini berasal dari pulau Jersey di Selatan Inggris.

Sapi ini sudah dibudidayakan sejak enam ratus tahun yang lalu dan disukai karena mampu menghasilkan sapi berlemak tinggi dalam jumlah yang banyak, sehingga cocok untuk membuat mentega keju.

Sapi jersey merupakan sapi tertua sebagai jenis sapi perah.

Adapun ciri-ciri sapi jersey, antara lain:

  • Mempunyai warna yang beragam seperti kelabu, putih, coklat madu, coklat kekuningan, sampai merah gelap.
  • Bulu ekornya berwarna hitam.
  • Sisi psikologis sapi jersey dikenal agak sensitif karena mudah gugup, kurang tenang, gelisah, sehingga harus ditangani dengan halus dan lembut.

5. Sapi Normande

Sapi normande merupakn jenis sapi perah yang berasal dari daerah Normandia di barat-laut Prancis.

Saat ini, sapi normande merupakan jenis sapi yang cukup mudah ditemukan di Prancis. Studi dari Bureau des Ressources Genetiques menyatakan bahwa pada 2005, ada sekitar 2,1 juta ekor sapi normande di Prancis.

Sapi normande memiliki tubuh besar dan bobotnya bisa mencapai 700-800 kg untukk betina, sedangkan jantan sampai 1,1 ton.

Umurnya cukup panjang dan bisa berkembang baik dan mudah.

Pada produksi susunya tidak sebanyak jenis sapi lain, hanya sekitar 18 liter per hari, namun mengandung lemak yang tinggi sehingga bagus untuk dijadikan bahan baku susu atau mentega.

Selain dimanfaatkan susunya, sapi normande juga cocok dijadikan sapi potong karena mampu menghasilkan daging yang banyak dan berkualitas.

6. Sapi Milking Shorthorn

Berikutnya jenis sapi shorthorn, yang berasal dari daerah Durham, Northumberland, dan yorkshire di timur laut Inggris.

Sesuai dengan namanya sapi ini memiliki ciri khas ukuran tanduknya yang pendek dan kecil. Tubuhnya diliputi kulit berwarna merah, merah dengan bercak putih, atau merah tua.

Sejatinya sapi ini merupakan jenis sapi potong karena mampu menghasilkan daging yang banyak dan berkualitas.

Namun begitu, sapi ini juga tidak kalah dalam produksi susu karena mampu menghasilkan setidaknya 22 liter per hari.

Maka dari itu, sapi shorthorn termasuk jenis yang cukup berharga di kalangan peternak. Sapi ini juga termasuk salah satu jenis sapi terbesar di dunia.

7. Sapi Canadienne

Selanjutnya sapi canadienne yang berasal dari Kanada. Selain dikenal dengan sebutan French canadienne, black canadienne, atau black jersey.

Secara umum , sapi ini mampu menhasilkan rata-rata 10 liter susu per hari sehingga tergolong cukup produktif.

Selain itu, susu yang dihasilkan mengandung lemak yang tinggi sehingga cocok sebagai bahan baku keju.

Sedangkan daging yang dihasilkan dari sapi canadienne juga lembut dan bagus.

8. Sapi Norwegian Red

Selanjutnya jenis sapi perah yang berkualitas dan dihargai tinggi oleh peternak adalah Norwegian red atau Norsk rodt fe. Sesuai dengan namanya sapi ini berasal dari negara Norwegia.

Jenis sapi Norwegian ini mampu menghasilkan rata-rata 18 liter susu per hari. Susu yang dihasilkan memang tak sebanyak jenis sapi frisian atau Swiss, namun memiliki tingkat kesehatan yang tinggi.

Sapi ini sering kali disilangkan dengan jenis sapi frisian atau Swiss, hal ini ditujukan untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi susu yang tinggi.

9. Sapi Grati

Akoso (2012) menjelaskan bahwa tidak ada sapi perah asli dari Indonesia sehingga pemerintah zaman Hindia Belanda pernah mengembangkan sapi perah dari persilangan antara sapi FH jantan dengan sapi jawa dan sapi madura betina yang bukan tipe perah.

Hasilnya adalah sapi Grati, dinamakan demikian karena pengembanganan ini dilakukan di Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Sapi ini dikembangkan untuk meningkatkan sapi lokal agar bisa menghasilkan susu produktif.

Sapi grati kini sudah lama berkembang di peternakan di Jawa Timur dan terbukti cocok untuk daerah tropis.

Akoso juga menyebutkan bahwa produksi sapi grati bisa menghasilkan susu 15 liter per hari. Namun sayangnya sapi ini tidak dikembangkan lebih jauh sehingga produksinya dan populasinya pun menurun.

10. Sapi Guernsey

Sesuai dengan namanya, sapi ini berasal dari pulau Guernsey. Tetapi kini mereka sudah tersebar di Australia, UK, dan Amerika Utara.

Sapi ini memiliki ciri khas tanduk pendek dan terkenal sebagai produsen susu yang bagus serta mampu menghasilkan 6000 liter susu segar per tahunnya.

11. Sapi Sahiwal

Jenis sapi yang terakhir adalah sapi sahiwal. Sapi ini berbeda dengan jenis sapi perah yang kita sebutkan sebelumnya.

Sapi ini berasal dari Pakistan dan bisa ditemukan di daerah Punjab, Haryana, Delhi, dan Bihar. Sapi sahiwal merupakan jenis sapi perah terbaik di Pakistan dan India.

Sapi sahiwal merupakan keturunan dari bangsa sapi zebu (Bos indicus) dengan ukuran badan lebih besar dari jenis keturunan zebu lainnya.

Sahiwal jantan dewasa mampu tumbuh hingga 450-600 kg sedangkan yang betina sampai 400-500 kg.

Jika dibandingkan dengan jenis sapi tropis lain, sapi ini cukup produksi karena mampu menghasilkan susu 2.500-3.500 liter per masa laktasi.

Akoso (2012) menyatakan bahwa produksi susu sapi sahiwal mampu mencapai 4.100 kg per masa laktasi jika diseleksi dengan baik.

For Your Information?

Jika kalian ingin memilih sapi qurban yang berkualitas bagus, alangkah baiknya jika memperhatikan terlebih dahulu fisik serta kesehatan sapi tersebut.

Nah itu tadi pembahasan artikel tentang jenis sapi terbesar di dunia kali ini. Semoga apa yang penulis paparkan di atas bisa bermanfaat serta dapat menjadi referensi dan juga acuan bagi kita semua dalam meilih jenis sapi yang ingin di budidayakan atau di ambil dagingnya.